
Pemkab Batang aktifkan kembali Program UHC pada tahun ini

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, memastikan pengaktifan kembali status Program Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC) mulai triwulan akhir 2026 setelah sempat dihentikan karena sesuatu hal.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Minggu, mengatakan masyarakat dipastikan dapat kembali mengakses fasilitas kesehatan secara gratis hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
"Jadi kita akan mulai UHC pada akhir tahun 2026 ini. Masyarakat bisa kembali menikmati layanan berobat gratis dengan menggunakan KTP setempat," katanya.
Menurut dia, skema berobat gratis ini diproyeksikan mulai berjalan aktif pada Oktober atau November 2026 berpatokan pada kesiapan alokasi fiskal daerah dalam menopang pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat.
Pengembalian status Program UHC ini, kata dia, berjalan sejajar dengan penataan ulang prioritas pembangunan daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.
"Meski ruang fiskal daerah berada dalam tekanan defisit, pemerintah daerah optimistis prioritas pelayanan dasar kesehatan dan infrastruktur publik akan tetap dapat direalisasikan secara berkelanjutan," katanya.
Pemkab Batang mencatat pergeseran dan penyesuaian belanja daerah yang naik 3,3 persen atau bertambah Rp62,31 miliar, sehingga total belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1,95 triliun.
"Peningkatan signifikan terlihat pada pos belanja modal yang melambung 54,18 persen atau naik Rp84,64 miliar dari pagu awal Rp156,21 miliar menjadi Rp240,85 miliar," katanya.
Ia mengatakan lonjakan belanja modal dialokasikan khusus untuk percepatan pembangunan infrastruktur fisik, terutama untuk perbaikan jalan dan irigasi.
"Pada APBD P 2026 ini, kami mengusulkan jalan itu hampir Rp50 miliar. Sejumlah wilayah yang menjadi prioritas pengerjaan infrastruktur perhubungan ini antara lain akses di Juragan, Depok, Bakalan, Limpung, dan Kalangsono," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang tegaskan komitmen jaga kelestarian lahan pertanian dan lingkungan
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
