
Kabupaten Pekalongan masuk ranking 10 berisiko bencana

Pekalongan (Antaranews Jateng) - Wilayah Kabupaten Pekalongan, masuk ranking 10 berisiko bencana dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, kata Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan, Arini.
"Oleh karena, kami memandang perlu untuk melatih masyarakat di wilayah dataran tinggi menjadi anggota `Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) agar dapat berperan sebagai ujung tombak dalam penanganan bencana," katanya di Pekalongan, Minggu.
Menurut dia, pelatihan "Siaga Bencana Berbasis Masyarakat" merupakan salah satu program prioritas PMI untuk memberdayakan masyarakat dalam penanggulangan bencana.
"Urusan PMI kini tidak lagi hanya sekadar urusan donor darah melainkan juga pada permasalahan sosial dan kemanusiaan," katanya.
Ia mengatakan bahwa dengan adanya anggota Sibat maka masyarakat dapat lebih memiliki inovasi dan kreasi untuk pengembangan kapasitasnya dalam menjalankan fungsi pelayanan.
PMI, kata dia, membutuhkan para relawan yang sigap membantu program kerja lembaga sosial ini, khususnya pada penanganan bencana alam yang belakangan ini terjadi di wilayah setempat, seperti longsor, banjir, dan kebakaran.
"Saya berharap dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas relawan `sibat` dalam pengetahuan, sikap, dan ketrampilan secara terintegrasi pada lingkungan tempat tinggal masing-masing," katanya.
Ia menambahkan Propinsi Jawa Tengah menempati ranking 13 risiko tinggi bencana di Indonesia.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
