Logo Header Antaranews Jateng

API: Sistem perikanan Pekalongan perlu dievaluasi menyeluruh

Kamis, 15 Maret 2018 16:34 WIB
Image Print
Aktivitas nelayan di Kota Pekalongan. (Foto: Kutnadi)

Pekalongan (Antaranews Jateng) - Asosiasi Pursesaine Indonesia Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berpendapat perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi dan sistem perikanan di daerah untuk mengantisipasi para nelayan lebih memilih membongkar hasil tangkapan ikannya di daerah lain.

"Seharusnya, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan kondisi perikanan, mulai dari perizinan dan pelayanan terhadap kapal yang akan masuk ke pelabuhan dan kenyamanan selama melakukan lelang ikan," kata Ketua API Kota Pekalongan, Mofid di Pekalongan, Kamis.

Menurut dia, pemkot perlu mengundang seluruh stakeholder perikanan baik instansi, pengusaha kapal, bakul ikan, dan pengusaha ikan untuk membahas masalah tersebut.

Saat ini, kata dia, komunikasi antara instansi terkait, pengusaha kapal, maupun pemkot belum terjalin baik karena mereka masih melihat masih terjadi ego sektoral yang mengakibatkan solusi untuk mengatasi masalah periknan belum bisa ditemukan.

"Kami yakin dengan menjalin komunikasi yang baik maka permasalahan perikanan daerah akan ada titik temu dan solusi yang baik," katanya.

Ia mengatakan saat ini masih banyak kapal nelayan Kota Pekalongan yang justru melakukan lelang ikan di luar daerah karena sistem maupun kondisi perikanan yang masih bermasalah.

"Oleh karena, pemkot melalui pengelola tempat pelelangan ikan (TPI) dapat mengakomodasi kepentingan dari beberapa pihak agar kapal nelayan bersedia kembali lelang di daerah sendiri," katanya.

Berdasar data Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) menyebutkan sekitar 50 persen kapal nelayan yang masuk ke Pelabuhan tidak melakukan lelang ikan tetapi mereka sekadar untuk memperbaiki kapal yang rusak dan mengisi perbekalan melaut.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026