Logo Header Antaranews Jateng

Dua pasangan daftar ke KPU Kudus

Rabu, 10 Januari 2018 18:15 WIB
Image Print
Bakal Calon Bupati Kudus Muhammad Tamzil didampingi pasangannya Hartopo menyerahkan berkas pencalonannya sebagai calon bupati dan wakil bupati Kudus 2018 kepada Ketua KPU Kudus Moh Khanafi di aula KPU Kudus, Rabu (10/1). Hari ini (10/1) tercatat ada dua bakal pasangan calon yang mendaftar. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus, (Antaranews Jateng) - Dua bakal pasangan calon dari jalur partai politik resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Kudus, Rabu.

Kedua bakal pasangan calon yang mendaftar, yakni pasangan Muhammad Tamzil-Hartopo yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PPP dan Partai Hanura serta pasangan Sri Hartini-Setia Budi Wibowo yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PBB.

Pasangan pertama yang mendaftar, yakni Muhammad Tamzil-Hartopo pada pukul 10.30 WIB, kemudian pukul 15.00 WIB giliran pasangan Sri Hartini-Setia Budi Wibowo.

Menurut Ketua KPU Kudus Moh. Khanafi di Kudus, Senin, untuk hari ini (10/1) terdapat dua bakal pasangan calon, yakni Muhammad Tamzil-Hartopo dan Sri Hartini-Setia Budi Wibowo.

"Keduanya kami berikan tanda terima pendaftaran sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Kudus 2018," ujarnya.

Dari kedua bakal pasangan calon yang mendaftar, katanya, masih ada kekurangan untuk syarat calon, meskipun sebagian sudah dipenuhi.

Syarat calon yang masih proses, yakni terkait surat tidak memiliki tanggungan utang, laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), dan tidak sedang pailit, serta beberapa persyaratan lainnya.

Sementara syarat pencalonan, kata dia, semuanya sudah memenuhi, termasuk M. Tamzil yang harus memenuhi syarat publikasi terkait kasus hukum yang dialami sebelumnya di media.

Bakal Calon Bupati Kudus M. Tamzil didampingi pasangannya Hartopo mengungkapkan, dirinya bersama pasangannya menawarkan program unggulan untuk kerakyatan, pelayanan kesehatan, pendidikan serta ekonomi.

Hanya saja, lanjut dia, dirinya saat ini sedang fokus untuk tahapan pendaftaran karena masih ada tes kesehatan.

Nantinya, kata dia, dirinya bersama parpol pengusung akan membentuk tim pemenangan baru, sedangkan relawan saat ini sudah mulai bergerak hingga tingkat kecamatan dan desa.

Hartopo menambahkan, beberapa simpatisan terhadap dirinya memang ada yang berasal dari PDI Perjuangan.

"Dukungan tersebut muncul dari keinginan mereka sendiri dan saya juga tidak melakukan mobilisasi, karena beberapa pihak yang duduk di strukur kepengurusan tingkat kecamatan justru saya ingatkan agar tetap mempertimbangkan sanksi dari partai jika mendukung dirinya," ujarnya.

Sementara itu, Bakal Calon Bupati Kudus Sri Hartini didampingi pasangannya Wibowo menargetkan, bisa menang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kudus 2018.

Pencalonan dirinya, kata da, karena kemauannya sendiri dan dorongan partai serta aspirasi dari masyarakat, terutama dari kaum perempuan.

"Kaum perempuan juga menginginkan adanya pemimpin perempuan, sehingga kaum hawa nantinya juga ikut menyejahterakan masyarakat," ujarnya.

Setia Budi Wibowo menganggap, Sri Hartini memiliki pengalaman dalam berpolitik, sehingga tidak masalah dengan keberadaan calon perempuan.

Apalagi, lanjut dia, selama ini jalinan komunikasi juga berjalan dengan baik.

Dengan demikian, jumlah bakal pasangan calon yang mendaftar sebanyak ke KPU Kudus sebanyak lima pasangan.

Di antaranya, pasangan Akhwan-Hadi Sucipto, Nor Hartoyo-Junaidi, Masan-Noor Yasin, M. Tamzil-Hartopo dan Sri Hartini-Setia Budi Wibowo.



Pewarta:
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2026