
Bupati: Perajin Knalpot Harus Bersaing Secara Sehat

Purbalingga, ANTARA JATENG - Perajin knalpot di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dalam berbisnis harus bersaing secara sehat sehingga tidak saling mematikan usaha, kata Bupati Purbalingga Tasdi.
"Bersaing boleh saja, tetapi harus secara sehat. Jangan mematikan perajin lain dengan cara-cara yang tidak baik," katanya saat penutupan Bimbingan Teknis Bagi Industri Kecil Menengah (IKM) Komponen Otomotif di Owabong Cottage, Purbalingga, Minggu.
Selain itu, kata dia, perajin knalpot yang sukses juga harus bersikap disiplin dan jujur karena jika main tipu-tipu tidak akan lama dalam berusaha.
Menurut dia, pengetahuan dan keterampilan tentang teknik membuat knalpot tidaklah cukup sehingga perlu diimbangi dengan perilaku yang baik.
Lebih lanjut, dia mengatakan saat mengunjungi gerai pameran produk unggulan daerah dalam pertemuan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta pada bulan Juli 2017, Presiden Joko Widodo menyatakan akan memberi dukungan terhadap pengembangan industri knalpot di Purbalingga.
"Ternyata, saat ini sudah mulai ditindaklanjuti dengan kegiatan peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan," katanya.
Bahkan, kata dia, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah membantu Pemkab Purbalingga dalam pembangunan lingkungan industri kecil (LIK) knalpot senilai Rp23 miliar pada tahun 2017.
Menurut dia, bantuan sebesar Rp23 miliar juga akan dianggarkan pada tahun 2018 untuk menyelesaikan pembangunan LIK di Jalan Kopral Tanwir, Purbalingga.
Tasdi mengatakan setelah pembangunan LIK selesai, akan didukung dengan sarana peralatan.
"Kami akan terus memacu industri knalpot agar mampu meningkatkan kesejahteraan perajin di Purbalingga. Jika, ada kesulitan modal, Pemkab Purbalingga akan mengkaji lebih jauh model penyaluran bantuan yang sesuai dengan ketentuan," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
