Logo Header Antaranews Jateng

Miliki Peran Penting, Banyumas Tingkatkan Pengelolaan Sungai

Selasa, 25 April 2017 16:47 WIB
Image Print
Sebagian peserta aksi "Bersih Sungai" sedang mengumpulkan sampah dan menyingkirkan bambu yang mengganggu aliran Sungai Kranji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (7/4). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)

Purwokerto, ANTARA JATENG - Sungai memiliki peran penting bagi keberhasilan pengelolaan lingkungan, kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Ngadimin.

"Keberhasilan pengelolaan lingkungan dapat dilihat dari kondisi sungainya. Kalau air sungainya keruh berarti penghijauan belum berhasil, sungainya kotor dan banyak sampah berarti pengelolaan lingkungan belum berhasil," katanya di Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Serayu-Citanduy, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Selain itu, kata dia, sungai menjadi salah satu indikator dalam penilaian Adipura.

Dengan demikian, lanjut dia, keberhasilan pemerintah daerah dalam meraih penghargaan Adipura juga tergantung pada kondisi sungainya.

"Sungai yang dinilai (untuk penilaian Adipura) di Kabupaten Banyumas ada tiga, yakni Sungai Kranji, Sungai Logawa, dan Sungai Banjaran. Ini menjadi bagian penilaian dari Tim Penilai Adipura," katanya.

Akan tetapi, kata dia, nilai yang diraih Kabupaten Banyumas dari sungai masih sedikit di atas standar yang sebesar 75 karena hanya berkisar 75-76.

Oleh karena itu, lanjut dia, pengelolaan sungai akan terus ditingkatkan agar perolehan nilai dapat meningkat.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan berupa kegiatan "Bersih Sungai Kranji" pada tanggal 7 April 2017 yang diikuti lebih dari 400 orang.

Ngadimin mengatakan keberadaan sungai perlu dilestarikan karena sungai yang bersih akan banyak memberikan manfaat.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas Kresnawan mengatakan pengelolaan sungai di wilayah kota Purwokerto seperti Sungai Kranji, Sungai Banjaran, dan Sungai Logawa butuh peran serta masyarakat.

"Pemberdayaan masyarakat harus benar-benar ditingkatkan karena kondisi sekarang, sungai kalau hujan (terjadi) banjir, kalau kemarau (menjadi) kering. Itu juga karena ulah dari masyarakat," katanya.

Dia mengakui jika hingga saat ini, garis sempadan sungai banyak yang tidak dipatuhi masyarakat.

Ia mengatakan masyarakat yang membangun rumah seharusnya mematuhi garis sempadan sungai karena sempadan tersebut dapat digunakan untuk inspeksi, kegiatan pembersihan sungai, dan sebagainya.

"Kenyataannya, banyak sekali bangunan yang dipepetkan dengan sungai," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026