Logo Header Antaranews Jateng

Hartono Bertanggung Jawab Atas Prestasi Jateng di PON

Sabtu, 8 Oktober 2016 12:18 WIB
Image Print
Ilustrasi- Atlet Biliar Jateng Ricky Yang (kanan) dan atlet biliar DIY Wisnu Eko M (kiri) mengangkat medali yang mereka raih pada nomor Fifteen Ball Single PON XIX di Graha Mangga Siliwangi Bandung, Jabar, Rabu (21/9/2016). Ricky Yang berhasil mendap

Semarang, Antara Jateng - Ketua KONI Jawa Tengah Hartono menyatakan bertanggung jawab atas prestasi kontingen Jateng saat tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, 17 hingga 19 September 2016.

"Tentunya saya akan segera membuat laporan evaluasi untuk disampaikan kepada pemerintah daerah dan DPRD Provinsi Jateng," katanya usai rapat koordinasi evaluasi pencapaian Jateng pada PON XIX/2016 Jawa Barat di Semarang, Jumat.

Menurut dia, atlet telah berjuang luar biasa pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Jawa Barat tersebut. Akan tetapi, hasilnya memang belum optimal.

Pada PON XIX/2016 di Jawa Barat, Jawa Tengah berada di peringkat keempat dengan meraih 32 medali emas, 56 medali perak, dan 84 perunggu di bawah tuan rumah Jabar sebagai juara umum (217 emas, 154 perak, 158 perunggu), Jawa Timur (132 emas, 138 perak, 134 perunggu), dan DKI Jakarta (132 emas, 123 perak, 118 perunggu).

Menurut dia, ada yang mengatakan kalau Jateng gagal di PON, tetapi ada yang tidak karena provinsi ini berada di posisi keempat perolehan medali (di bawah Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta).

Di samping itu, kata dia, pada PON di Jabar tersebut, ada 88 atlet Jateng yang masuk babak final dan tentunya bukan mustahil jika bisa meraih 60 emas seperti yang ditargetkan sejak awal jika tidak ada sesuatu.

"Kami menempatkan 88 atlet di final, kalau 'fair play' tentu bukan hal yang mustahil jika 60 medali emas yang kami targetkan bisa tercapai," katanya.

Ia mengakui bahwa atlet Jateng yang hijrah ke provinsi lain ternyata mereka menyumbangkan medali emas bagi daerah tersebut.

"Dalam hitungan saya, sekitar 15 emas. Dalam rapat, ternyata dari balap sepeda ada tambahan lagi kalau empat atletnya yang pindah ke daerah lain semuanya mendapat medali emas," katanya.

Misalnya, di cabang olahraga atletik, tiga atlet yang pindah ke provinsi lain semuanya menyumbangkan medali emas bagi daerahnya, seperti Triyaningsih yang menyumbangkan dua emas untuk DKI Jakarta, Dian Kartika (lempar lembing putri) satu medali emas untuk Jabar, dan Agus Prayogo menyumbangkan tiga emas untuk Jabar.

Soal bonus atlet peraih medali pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Jabar tersebut, diharapkan sudah bisa diberikan pada tahun ini.

"Kalau mengajukan anggaran untuk bonus, sudah lama kami ajukan hanya sampai kini belum ada jawaban. Tahun ini mudah-mudah bisa," katanya.

Ia mengakui bahwa sampai sekarang dirinya juga belum tahu benar berapa bonus yang akan diberikan kepada atlet peraih medali emas.

"Kalau mengajukan, kami sudah. Akan tetapi, belum ada ada jawaban," katanya.



Pewarta:
Editor: Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026