
Pot Tanaman Motif Tokoh Kartun Asal Solo Laris Manis

Solo, Antara Jateng - Produk ekonomi kreatif dari Kota Solo, Jawa Tengah, berupa pot tanaman dengan motif bentuk tokoh kartun laris manis, bahkan pemasarannya menembus luar kota.
Denok Marty Astuti (27), pengrajin warga Jalan Dahlia Nomor 28 Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, di Solo, Rabu, mengatakan ide membuat kerajinan itu untuk menggugah anak-anak agar senang menanam di lahan terbatas di lingkungan rumahnya.
"Produk karakter tokoh kartun pot bunga atau tanaman ini, tujuannya kegiatan edukasi menanam di lahan terbatas bagi anak-anak. Produk ini dibuat baru empat bulan ini, ternyata banyak diminati masyarakat," katanya.
Dia mengaku selama ini telah mendapat pesanan pembeli selain dari Kota Solo dan sekitarnya, juga dari beberapa daerah di Jawa Barat.
Ia mengaku memasarkan produk tersebut melalui dalam jaraingan, sedangkan pemesannya kebanyakan kelompok tempat pendidikan anak, sekolah-sekolah, serta individu.
Denok menjelaskan tentang proses produksinya yakni membuat karakter kartun, seperti Doraemon, Minion, dan Lego, dalam pot bunga dengan ditambah lukisan sehingga karyanya kelihatan hidup.
Dia mengaku mampu membuat karakter pot tenaman tersebut sekitar 25 hingga 30 buah per minggu dengan harga yang ditawarkan sekitar Rp35 ribu per buah.
"Saya terima pesanan produk karakter kartun pot tanaman ini, rata-rata baru sekitar 50 buah per bulan," kata Denok yang juga pemilik CV Republik Hasta Kriya Solo.
Namun, kata dia, produknya dari hari ke hari mulai dikenal luas, sedangkan pesanan ada peningkatan sekitar 10 persen per bulan.
Menyinggung cara memasarkan barang kerajinan ekonomi kreatif tersebut, Denok menjelakan awalnya dari kalangan keluarga kemudian mengikuti pameran bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta.
Selanjutnya, dirinya melayani banyak pesanan, baik secara individu maupun kelompok sekolah-sekolah.
"Kami juga memasaran produk melalui 'online' dan peminatnya justru dari Jawa Barat," katanya.
Dia mengaku hingga saat ini belum ada niat untuk melakukan produksi massal, tetapi baru membuat produk itu sesuai pesanan pelanggan.
"Karena produk ini, baru saja dikenalkan masyarakat sekitar empat bulan ini," katanya.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
