Boyolali, Antara Jateng - Ratusan orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia ikut memeriahkan lomba "Kebut Gunung" 2016 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, di lereng Gunung Merapi Kecamatan Selo pada Minggu (7/8).
Muhammad Taat selaku koordinator panitia lomba Kebut Gunung 2016, di Boyolali, Kamis, mengatakan jumlah peserta yang mendaftarkan ikut memeriahkan lomba kebut gunung hingga pendaftaran ditutup saat ini, mencapai 684 orang yang terbagi menjadi 171 regu.
Menurut M Taat, ratusan orang peserta yang ikut memeriahkan lomba tersebut datang, antara lain dari eks-Keresidenan Surakarta, Surabaya, Malang, Semarang, dan Yogyakarta.
Menurut dia, para peserta lomba kebut gunung mayoritas bukan hanya masyarakat pencita alam, tetapi mereka juga banyak atlet lari.
Peserta setiap regu terdiri atas empat orang yang terdiri tiga putra satu putri. Rute yang akan ditempuh oleh peserta dimulai Lapangan Desa Samiran naik melalui jalur pendakian yang biasa digunakan hingga Pasar Bubrah, dan turunnya melintas jalur Kartini.
Panitia sudah mempersiapkan lintasan lomba, termasuk memberikan papan penunjuk arah dan mendirikan 12 pos bayangan untuk mengawasi seluruh peserta.
"Kami telah menyiapkan 50 petugas tim medis dari berbagai rumah sakit untuk mengamankan jalannya kejuaraan Kebut Gunung ini. Kami komitmen nol persen kecelakaan, sehingga kami benar-benar 'survive' dalam melaksanakan lomba," ujarnya.
Ia mengatakan lomba tersebut merebutkan hadiah uang total Rp35 juta, sedangkan kegiatan selain untuk meningkatkan pariwisata dan perekonomian masyarakat lereng Merapi, juga memeriahkan Hari Jadi Ke-169 Kabupaten Boyolali, serta menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Dinbudpar Boyolali Mulyono Santoso mengatakan lomba yang digelar pertama kalinya tersebut diikuti peserta cukup luar biasa, yakni 684 orang yang datang dari berbagai daerah di Jawa.
Menurut Mulyono Santoso, dalam lomba tersebut setiap kelompok terdiri atas empat orang. Mereka jalan kaki sesuai jalur yang telah ditentukan oleh panitia.
Menurut dia, kegiatan lomba tersebut dengan tujuan untuk menggiatkan olahraga, khususnya jalan kaki, sekaligus memperkenalkan objek wisata yang ada di Kecamatan Selo di lereng Gunung Merapi.

