
Usai Dilantik, Kepala Daerah Ditugasi Selesaikan 17 Permasalahan

"Ke-17 permasalahan dan isu strategis ini perlu segera mendapat penanganan dari tiap kepala daerah," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat membacakan pidato sambutan pada pelantikan 17 kepala daerah hasil Pilkada 2015 di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu.
Sebanyak 17 permasalahan dan isu strategis itu, adalah penanggulangan bencana alam, penanganan penyakit demam berdarah dengue, "rob" dan banjir, tingginya angka kematian ibu dan anak, perlindungan perempuan dan anak, penanganan eks-anggota Gafatar, penggunaan kanal informasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, perbaikan sektor pelayanan publik.
Selain itu, manajemen kinerja pemerintah daerah, percepatan pengalihan pendanaan, sarana dan prasarana dokumen SMA dan SMK, infrastruktur, pengelolaan dana desa, pengembangan potensi yang ada di tiap daerah, peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah.
Selain itu, penanganan usaha pertambangan tanpa izin, investasi dan hubungan industrial, perwujudan daulat pangan, daulat energi, dan sinergitas dengan seluruh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Menurut Ganjar, 17 permasalahan dan isu strategis pembangunan di Jateng tersebut yang membutuhkan langkah tindak dari semua pihak dengan mengusung semangat gotong royong menjadi roh yang harus dikokohkan untuk kemajuan pembangunan di Jateng.
"Seusai acara pelantikan ini, di depan saudara-saudara adalah medan pertempuran dan perjuangan sejati, pemimpin itu harus malu jika ingkar janji, tapi berikan bukti untuk Jateng yang lebih mandiri dan berdikari," ujarnya.
Sebanyak 17 kepala daerah terpilih yang dilantik oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu, adalah Hadi Rudyatmo-Purnomo (Kota Surakarta), Agus Bastian-Yuli Hastuti (Kabupaten Purworejo), Tasdi-Dyah Hayuning Pratiwi (Kabupaten Purbalingga).
Mohammad Yahya Fuad-Yazid Mahfudz (Kabupaten Kebumen), Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto (Kabupaten Rembang), Djoko Nugroho-Arief Rohman (Kabupaten Blora), Eko Purnomo-Agus Subagyo (Kabupaten Wonosobo).
Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryati Rahayu (Kota Semarang), Seno Samodro-Muhammad Said Hidayat (Kabupaten Boyolali), Mundjirin-Ngesti Nugroho (Kabupaten Semarang), Joko Sutopo-Edy Santosa (Kabupaten Wonogiri).
Junaedi-Martono (Kabupaten Pemalang), Mirna Annisa-Masrur Masykur (Kabupaten Kendal), Alf Arslan Djunaid-Moch Saelany Machfudz (Kota Pekalongan).
Wardoyo Wijaya-Purwadi (Kabupaten Sukoharjo), Srihartini-Srimulyani (Kabupaten Klaten), dan Sigit Widyonindito-Windarti Agustina (Kota Magelang).
Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
