Logo Header Antaranews Jateng

Masuki Musim Panen, Pelelangan Ikan di Cilacap Meningkat

Kamis, 10 September 2015 12:26 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sejumlah nelayan melakukan proses lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Rabu (2/9). Berbagai jenis ikan dari nelayan dilelang, dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per keranjang (25 kilogram) tergantung je

"Mudah-mudahan akan terus meningkat. Alhamdulillah dengan adanya kebijakan dari Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti) mengenai penanganan 'illegal fishing', mudah-mudahan tidak ada lagi pencurian ikan," katanya di Cilacap, Kamis.

Menurut dia, penanganan terhadap kasus pencurian ikan di laut lepas tersebut turut berdampak pada peningkatan hasil tangkapan nelayan yang dijual di berbagai tempat pelelangan ikan (TPI) di Cilacap, delapan TPI di antaranya dikelola KUD Mino Saroyo.

Oleh karena itu, dia mengharapkan penanganan terhadap pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia rutin digalakkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kalau enggak rutin, ya kita enggak tahu (ada pencurian ikan) karena di laut lepas," katanya.

Lebih lanjut, Untung mengatakan bahwa nilai transaksi pelelangan ikan di delapan TPI yang dikelola KUD Mino Saroyo pada bulan Agustus 2015 mencapai kisaran Rp9 miliar meskipun volume produksi ikan yang dilelang masih direkap.

"Semoga untuk bulan September bisa lebih tinggi lagi," katanya.

Sementara untuk volume produksi pada bulan Juni 2015, kata dia, sebesar 457.827,60 kilogram sedangkan bulan Juli sebanyak 196.576,60 kilogram.

Menurut dia, volume produksi pada bulan Juni dan Juli tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun 2014.

Ia mengatakan bahwa berbagai jenis ikan mulai bermunculan pada awal musim panen di antaranya tongkol dan tuna.

"Ubur-ubur sudah mulai bermunculan namun belum ada pembelinya sehingga nelayan belum mengambil," katanya.



Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026