
5.000 Umat Buddha Rayakan Asadha di Borobudur

"Biasanya perayaan dipusatkan di Candi Mendut, tahun ini di Candi Borobudur sesuai dengan keinginan umat," kata Wakil Ketua Indonesia Tipitaka Chanting and Asalha Mahapuja 2559/2015 Romo Sugiyanto di Magelang, Kamis.
Ia mengatakan sekitar 150 biksu dari Sangha Theravada Indonesia akan hadir pada perayaan tersebut, sedangkan belasan biksu lainnya dari luar negeri juga bakal datang ke Candi Borobudur pada kesempatan tersebut.
Para biksu dari luar negeri yang sudah mengonfirmasi kedatangan mereka, katanya didampingi Ketua Pelaksana Daerah Perayaan Asadha 2015 Candi Borobudur Warto, antara lain berasal dari Thailand, India, Malaysia, dan Singapura.
Ia menjelaskan tentang perayaan Asadha yakni memperingati saat Sang Buddha Gautama pertama kali berkhotbah di hadapan lima muridnya di Taman Rusa Isipatana, Sarnath dekat Benares pada 588 Sebelum Masehi.
Perayaan Asadha 2015 dengan tema "Melestarikan Dharma demi Kesejahteraan Bangsa. (Dharma: Kebenaran, Kebaikan, dan Kejujuran)".
Setiap tahun, Hari Asadha diperingati umat Buddha sekitar dua bulan setelah Tri Suci Waisak (perayaan kelahiran Sidharta Gautama, Sang Buddha mendapat pencerahan sempurna, dan wafat Buddha Gautama).
"Asadha menjadi hari penting juga bagi umat Buddha karena menjadi ingatan kita tentang diputarnya roda dharma," tuturnya.
Rangkaian acara keagamaan Buddha tersebut, antara lain pembacaan tipitaka dan pujabakti di Taman Lumbini kompleks Taman Wisata Candi Borobudur dan prosesi di Candi Borobudur yang juga warisan budaya dunia, dibangun pada abad ke-8 masa pemerintahan Dinasti Syailendra.
"Secara bergantian, para biksu akan membacakan parita, sedangkan penyampaian makna Asadha tahun ini oleh Biksu Sri Pannavaro Mahathera (pimpinan Wihara Mendut, red.). Umat selanjutnya melakukan prosesi di Candi Borobudur," tuturnya.
Pewarta : M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
