Logo Header Antaranews Jateng

Kopassus Akui Anggotanya Terlibat Perkelahian

Rabu, 3 Juni 2015 08:24 WIB
Image Print

Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kapten Inf Rizal Dwijayanto, saat dihubungi di Sukoharjo, Selasa, membenarkan statemen TNI AU, bahwa oknum anggota Grup 2 Kopassus terlibat insiden yang mengakibatkan korban meninggal anggota TNI AU, yakni Serma Zulkifli meninggal dunia.

Menurut Rizal, motifnya yang terjadi di lapangan pengeroyokan tetapi salah paham sehingga terjadi bentrok. Peristiwa itu, terjadi pada Minggu (31/5) sekitar pukul 03.00 WIB dan jumlah anggota berimbang, sehingga bukan pengeroyokan.

Namun, pihaknya di internal Grup 2 masih melakukan penyelidiki dan mendalami kasus tersebut.

Rizal mengungkapkan bahwa Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo sudah memberikan keterangan kepada media. "Anggota kami benar terlibat perkelahian di Bima," katanya.

Sementara peristiwa perkelahian anggota Kopassus dengan TNI AU yang terjadi di Karaoke Bima Sukoharjo, Minggu (31/5) dini hari mengakibatkan satu korban meninggal dunia saat dirawat di RSAU Dr Suhardi Hardjolukito Yogyakarta.

Menurut Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adi Soemarmo Kapten Sus. Rindar Noor Arifianto, bahwa korban Serma Zulkifli meninggal dunia di rumah sakit, pada Selasa (2/6). Anggota TNI AU yang berdinas di Markas Besar TNI AU Jakarta itu, jenazahnya diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Ciracas, Jakarta Timur.

Rindar Noor Arifianto juga membenarkan dari empat korban peristiwa perkelahian tersebut yakni Letda Sus Wahyu Jatmiko asal Jakarta, Pelda Tasal Madiun dan Sertu Avel Nuvakto asal Magetan, Jawa Timur mengalami luka berat. Namun, Serma Zulkifli asal Ciracas, Jakarta, akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di RSAU Dr Suhardi Hardjolukito Yogyakarta.

Para anggota TNI AU tersebut alumnus Sekolah Bintara (Semaba) angkatan ke-96 Lanud Adi Soemarmo sebelumnya hadir ke Solo mengadakan reuni.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026