
BI Edarkan Rp500 Miliar Uang Baru

"Saat ini total uang baru pecahan Rp100 ribu yang diedarkan di Jawa Tengah dan DIY mencapai Rp500 miliar, jumlah tersebut akan terus ditambah oleh kantor pusat," ujarnya di Semarang, Senin.
Untuk di Kantor Perwakilan Jateng-DIY uang pecahan baru tersebut disediakan di kantor BI Semarang, Solo, Purwokerto, Tegal, dan Yogyakarta.
"Masyarakat bisa melakukan penukaran uang baru tersebut dengan datang langsung ke BI atau bisa juga ke perbankan," ujarnya.
Sutikno mengatakan sejauh ini tidak ada kesulitan mengenai sosialisasi uang baru kepada masyarakat karena ciri dan tampilan uang versi lama dan baru yang hampir sama.
Secara umum desain uang rupiah kertas pecahan Rp100 ribu emisi 2014 tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan uang pecahan sama emisi 2004.
Beberapa perbedaan tersebut di antaranya pada pecahan emisi 2014 ada penulisan 'Negara Kesatuan Republik Indonesia' pada bagian muka dan belakang lembar uang serta penandatangan uang dari yang sebelumnya Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan.
Sutikno mengatakan untuk uang lama tetap berlaku sebagai alat pembayaran sah sampai suatu saat BI mengumumkan uang akan dicabut dari peredaran.
"Pada saatnya pencabutan uang pecahan Rp100 ribu tahun emisi 2004 mendatang masyarakat akan diberi waktu cukup lama untuk menukarkan uang baik melalui Bank Indonesia atau perbankan," ujarnya.
Sementara itu untuk pecahan Rp100 ribu tahun emisi 2014 tersebut diberlakukan, dikeluarkan, dan diedarkan mulai 17 Agustus bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Sutikno mengatakan dengan penggunaan tulisan 'Negara Kesatuan Republik Indonesia' pada pecahan Rp100 ribu tahun emisi 2014 diharapkan masyarakat semakin menghargai kedaulatan negara dan diharapkan rupiah akan sejajar dengan mata uang dunia lainnya.
"Sebagai contoh ketika melakukan transaksi di Indonesia harus menggunakan uang rupiah, jadi tidak benar kalau misalkan ada hotel yang bertransaksi menggunakan dolar," tukasnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
