Kejari Selidiki Buku Berbau Pornografi
Jumat, 29 Juni 2012 15:59 WIB
ilustrasi (net)
"Saat ini, kami sedang melayangkan surat kepada masing-masing sekolah yang menerima bantuan buku tersebut untuk dijadikan sampel penyelidikan isi buku tersebut," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Bambang Hariyanto di Kudus, Jumat.
Nantinya, kata dia, Kejari Kudus akan mengambil sampel buku dari beberapa sekolah yang menerima bantuan buku tersebut untuk dikaji, guna memastikan isi buku tersebut layak dibaca oleh pelajar setingkat SMP atau tidak.
Menurut dia, isi buku bacaan tersebut juga harus disesuaikan dengan daerah setempat, seperti Kudus yang dikenal sebagai kota relogius.
"Jika isi buku tersebut memang menyesatkan dan tidak layak dibaca oleh anak usia SMP, kami berwenang menarik buku tersebut dari peredarannya," ujarnya.
Meskipun buku tersebut sudah mendapat rekomendasi dari Keputusan Pusat Perbukuan Depdiknas, katanya, penarikan dari peredaran tetap bisa dilakukan.
Sebetulnya, kata dia, Kejari memang memiliki kewenangan mengawasi barang cetakan buku bacaan, namun selama ini tidak pernah menerima sampel buku tersebut.
Pada awal pekan ini, katanya, Kejari Kudus juga menerima surat dari Kejaksaan Tinggi Semarang perihal pengawasan barang cetakan buku bacaan isinya mengandung unsur pornografi.
Selain diminta melakukan pengawasan, Kejari Kudus juga diminta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap buku bacaan yang saat ini beredar di perpustakaan sekolah karena dikhawatirkan dapat meresahkan orang tua murid maupun masyarakat.
Keempat judul buku yang akan diselidiki, yakni "Ada Duka di Wibeng " dengan penulis Jazimah Al Muhyi, "Tidak Hilang Sebuah Nama" karya Galang Lufiyanto, serta "Tambelo Kembalinya Si Burung Camar" dan "Tambelo Meniti Hari di Ottakwa" sama-sama hasil karya RAdhite K.
Adapun penerbit keempat buku tersebut, kata dia, berasal dari dua penerbit dari Solo, Jateng.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polresta Banyumas selidiki kecelakaan lalu lintas tewaskan dua pejalan kaki
13 November 2025 14:07 WIB
Polres Pekalongan selidiki kasus kompor meledak akibatkan tiga orang tewas
03 November 2025 19:04 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polresta Pati fasilitasi penyidik KPK untuk pemeriksaan saksi-saksi kasus OTT
29 January 2026 9:10 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah
23 January 2026 18:45 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB