Grobogan (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyalurkan hewan kurban berupa sapi seberat 1,1 ton kepada warga Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, yang saat ini baru bangkit dari dampak bencana banjir, Rabu.
"Hewan kurban itu sengaja disalurkan di desa tersebut lantaran belum lama ini terkena musibah banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Selain itu, kami juga menyalurkan 100 paket sembako kepada warga," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno di Grobogan, Rabu.
Ia menjelaskan, Desa Tinanding dipilih sebagai lokasi penyaluran bantuan tingkat provinsi setelah melalui assessment (penilaian) bersama pemerintah daerah, karena sebelumnya mereka terdampak bencana dan saat ini baru bangkit dari dampak tersebut.
"Setelah dilakukan penilaian teman-teman di Grobogan, akhirnya diputuskan di Desa Tinanding. Mudah-mudahan ini menjadi penghibur bagi saudara-saudara kita yang kemarin terdampak bencana," ujarnya.
Menurut Sumarno momentum Idul Adha harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, kata dia, menjadi pesan utama yang perlu terus dihidupkan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Takmir Masjid Roudlotul Jannah Subakir mengaku bersyukur desanya mendapat bantuan sapi kurban tersebut. Daging kurban tersebut rencananya dibagikan kepada 730 kepala keluarga.
Subakir berharap pemerintah dapat segera memperkuat tanggul agar musibah serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Kepala Bidang Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng Budi Astyantoro memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan secara ketat menjelang Idul Adha 2026.
Menurut dia, tahun ini diperkirakan terdapat pemotongan sekitar 130 ribu ekor sapi, 130 ribu ekor domba, 300 ribu ekor kambing, dan 3 ribu ekor kerbau di Jawa Tengah.
Pemerintah provinsi bersama dinas kabupaten/kota juga melakukan pengawasan lalu lintas ternak di wilayah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY guna mengantisipasi masuknya penyakit hewan.
"Kami melakukan pengecekan di lapak-lapak dan pedagang hewan kurban untuk memastikan hewan yang dijual sehat, aman, dan layak dipotong. Saat pemotongan nanti kami juga melakukan pendampingan agar daging yang dibagikan aman dikonsumsi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, pelaksanaan kurban di Kabupaten Blora terdapat masjid yang membagikan daging kurbannya untuk 15.000 penerima manfaat. Yakni Masjid Jamik Moetiah Blora yang menyembelih 48 hewan kurban, meliputi 40 ekor sapi dan delapan ekor kambing yang merupakan bantuan dari masyarakat sekitar Blora maupun dari luar wilayah Kota Blora.
Humas Yayasan Moetiah Blora Cahyoko mengatakan pembagian daging kurban dengan kupon yang berjumlah 15.000 kupon yang sebar ke masyarakat di berbagai wilayah di Kabupaten Blora, mulai dari panti asuhan, masjid, hingga mushala di Kabupaten Blora.
Cahyoko menjelaskan sapi kurban tahun ini didominasi jenis limousin dan simmental dengan bobot bervariasi mulai 600 kilogram hingga lebih dari 1 ton. Sedangkan penyembelihan hewan kurban ditargetkan selesai dalam satu hari dengan melibatkan sekitar 300 relawan.
Dalam proses distribusi, panitia memanfaatkan daun jati untuk membungkus jeroan hewan kurban sekaligus memisahkan antara jeroan dan daging agar lebih higienis.