Semarang (ANTARA) - Ajang lari Rupiah Borobudur Playon 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jateng menargetkan peserta sebanyak 4.000 pelari.
Kepala Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho, di Semarang, Senin, menjelaskan Rupiah Borobudur Playon 2026 akan digelar 4-5 Juli mendatang di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang.
Jumlah pelari yang ditargetkan mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 terbagi dalam dua kategori lari, yakni 5K dan 10K.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program edukasi BI yang dikemas melalui pendekatan olahraga, wisata, dan aksi sosial.
Tujuannya, untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap rupiah, serta mendukung program Pemprov Jateng untuk mendorong sektor pariwisata.
Ia menjelaskan ajang lari tersebut bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap uang rupiah melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah),
Tidak hanya pelari, pergelaran Rupiah Borobudur Playon 2026 juga menargetkan 6.000 pengunjung yang berasal dari masyarakat umum, pelaku UMKM, perbankan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan mengusung semangat "Lari untuk Berbagi", seluruh penerimaan dari pendaftaran peserta akan didonasikan kepada masyarakat sekitar kawasan Candi Borobudur sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya pengembangan ekonomi.
Jadi, kata dia, Rupiah Borobudur Playon 2026 bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Rupiah, meningkatkan kepedulian sosial melalui donasi, serta mendukung pengembangan ekonomi daerah dan UMKM lokal.
"Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno menjelaskan bahwa Rupiah Borobudur Playon 2026 telah masuk dalam Calendar of Events Pariwisata Provinsi Jateng pada tahun ini.
Selain kegiatan lari, Rupiah Borobudur Playon 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai rangkaian edukasi dan hiburan, antara lain edukasi Sistem Pembayaran, Kebanksentralan dan Literasi Keuangan.
Kemudian, pameran UMKM unggulan Jateng, kampanye transaksi digital, program wakaf digital, edukasi pengendalian inflasi pangan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), serta hiburan masyarakat.
Pada kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan beberapa seremoni penandatanganan Nota Kesepakatan Peningkatan Literasi Rupiah di tujuh kabupaten/kota di Jateng.
Tak ketinggalan, pameran sistem pembayaran digital, penyerahan donasi kepada masyarakat sekitar kawasan Candi Borobudur, serta penghargaan bagi para pemenang lomba lari.