Sragen (ANTARA) - Perum Bulog ikut ambil bagian pada budidaya kedelai di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah lewat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Bulog Peduli Petani.
Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG Sudarsono Hardjosoekarto pada penyerahan bantuan TJSL kepada Gapoktan Desa Sambirejo untuk budidaya kedelai di Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat mengatakan sesuai dengan peraturan, ada sebelas komoditas yang menjadi tugas Bulog.
“Ada sebelas yang menjadi tugas kami, tapi saat ini prioritasnya ada tiga, yakni padi, jagung, dan kedelai,” katanya.
Ia mengatakan untuk komoditas padi, stok sudah cukup besar, yakni mencapai lebih dari 5 juta ton. Saat ini pihaknya terus membangun sarana prasarana infrastruktur pascapanen untuk gabah dan beras.
“Pada saat yang sama, jagung juga kami perbesar produksinya dan sekarang, mulai tahun ini juga kedelai,” katanya.
Ia mengatakan untuk pengembangan budidaya kedelai ini pemerintah lebih fokus pada kedelai non-GMO yakni kedelai yang ditanam dari benih alami tanpa melalui rekayasa genetika atau ubahan DNA.
“Genetik bagus, pengembangan benih bagus tapi tidak mengubah sifat dasar genetiknya. Beberapa waktu lalu sempat ada pembicaraan kerja sama riset pengembangan non-GMO dengan Filipina, namun belum berlanjut. Perlu dilanjutkan lagi,” katanya.
Disinggung soal harga kedelai yang masih fluktuatif, pihaknya berupaya merangkul para perajin makanan dengan bahan baku kedelai. Dengan demikian, hulu dan hilir diperkuat agar harga kedelai lebih stabil.
“Hilirnya kita perkuat, yaitu pembeli produk yang akan dihasilkan oleh para petani, seperti untuk pengolahan susu kedelai dan lain-lain,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Sambirejo Sragen Sriyono memberikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan oleh Bulog kepada para petani melalui Gapoktan Sambirejo.
Ia mengatakan Desa Sambirejo memiliki areal pertanian seluas 173 hektar. Setiap masa tanam tiga, daerah tersebut rawan air. Oleh karena itu, nantinya 70 hektar dari lahan pertanian yang ada akan digunakan untuk budidaya kedelai.
“Untuk bantuan yang diberikan oleh Bulog pada pagi ini sebanyak 3,5 ton. Mudah-mudahan ini bisa memberikan kesejahteraan bagi petani di Sambirejo,” katanya.