Solo (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menciptakan solusi budidaya jamur tiram modern dan efisien.
Salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut Syakila Eka Putrisari Sabarwo di Solo, Jawa Tengah, Rabu mengatakan usaha bertajuk SmartMush: Budidaya Jamur Tiram Hemat Sumber Daya Hasil Lebih Melimpah berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Syakila yang merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen UMS angkatan 2022 tersebut tidak sendiri tetapi bersama tiga teman lain, yakni Nadhifa Najwa dari Pendidikan Biologi, Ahmad Fauzan Tirmidzi dari Manajemen, dan Hanifah Rizqi Azzahra dari Akuntansi. Mereka berkolaborasi dengan mitra usaha Rafiq Arkana dari prodi Manajemen 2021.
Di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Aflit Nuryulia Praswati, M.M., tim ini mengangkat usaha budidaya jamur tiram berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang dikembangkan dari usaha mitra di daerah belakang Umbul Cokro, Kabupaten Klaten.
“Awalnya usaha ini dijalankan secara tradisional oleh keluarga Mas Rafiq. Melalui program P2MW ini, kami ingin membawa usaha tersebut naik kelas dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi penyiraman berbasis suhu dan timer, sehingga lebih hemat tenaga namun hasilnya lebih optimal,” katanya.
SmartMush merupakan pengembangan dari usaha budidaya jamur tiram yang sebelumnya tidak memiliki jenama dan hanya dipasarkan secara konvensional. Melalui program ini, mereka mulai membangun brand image dan melakukan penataan ulang proses produksi agar lebih bertahan.
Salah satu langkah penting adalah integrasi sistem IoT untuk mengatur kelembaban dan penyiraman otomatis yang diyakini mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Tak hanya berfokus pada produksi, tim juga menargetkan pengembangan lini produk olahan seperti jamur krispi dan berbagai varian lainnya yang ramah bagi vegetarian dan mendukung gaya hidup sehat.
“Kami ingin usaha ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tapi juga berdampak sosial. Harapannya bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk memulai wirausaha sejak dini,” katanya.
Ia mengatakan saat ini tim tengah fokus memenuhi administrasi P2MW, termasuk pengurusan legalitas dan penyusunan target capaian. Mereka juga mulai menyiapkan strategi pemasaran daring sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar.
Dengan mengusung visi wirausaha berbasis teknologi dan pemberdayaan lokal, SmartMush menjadi contoh nyata bagaimana tim dari mahasiswa UMS terus berinovasi dan berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan ketahanan pangan nasional.

