Cilacap (ANTARA) - Pimpinan Fraksi Partai Gerindra DPR RI Novita Wijayanti menilai surplus pangan nasional menjadi modal penting untuk mewujudkan swasembada pangan saat meninjau Gudang Perum Bulog di Gumilir, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (4/5).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah tetap aman, sekaligus memantau proses penyimpanan dan distribusi pangan agar berjalan optimal di tengah upaya penguatan ketahanan pangan nasional.

Menurut Novita, kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan perkembangan positif, seiring meningkatnya serapan gabah petani dan pengelolaan stok beras pemerintah yang semakin baik.

“Alhamdulillah, kondisi surplus sudah tercapai. Ini menjadi bukti bahwa langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan berjalan dengan baik dan harus terus dipertahankan,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Novita berdialog langsung dengan Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji, Kepala Gudang Bulog Gumilir, serta Kepala Gudang Bulog Cindaga guna memastikan seluruh proses pengelolaan cadangan pangan berjalan sesuai standar.

Dia menegaskan keberhasilan menjaga ketahanan pangan nasional harus diiringi keberpihakan terhadap petani melalui penyerapan gabah sesuai harga pembelian pemerintah.

“Kami memastikan gabah petani dibeli sesuai harga Rp6.500 per kilogram. Setelah itu disimpan di gudang dalam kondisi aman dan dilakukan perawatan secara berkala agar kualitas tetap terjaga, tidak rusak, dan aman dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Selain memastikan kualitas penyimpanan beras, Novita juga menyoroti pentingnya pengendalian harga di tingkat pasar agar tetap stabil dan tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan berlebihan.

“Harga tertinggi di pasaran harus tetap terkontrol sehingga tidak dimainkan oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi. Kami meyakini sistem yang dibangun pemerintah dalam mengelola pangan dari hulu hingga hilir dapat berjalan dengan baik sehingga swasembada pangan dapat terwujud,” katanya.

Dia mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen DPR RI bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, mendukung kesejahteraan petani, serta memastikan masyarakat memperoleh pasokan beras yang aman dan berkualitas.