Kudus (ANTARA) - MI NU Banat Kudus, Jawa Tengah, kembali meraih gelar juara umum dalam ajang MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 tingkat nasional berlangsung di Supersoccer Arena Rendeng Kudus mulai 30 April hingga 2 Mei 2026.
"Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian para siswa yang mampu bersaing di tingkat nasional. Keberhasilan ini tidak lepas dari latihan rutin yang dilakukan setiap pekan," kata Kepala MI NU Banat Kudus Faukhil Wardati usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Supersoccer Arena Rendeng Kudus, Sabtu.
Dalam ajang tersebut, MI NU Banat Kudus berhasil mengoleksi empat medali, terdiri atas tiga medali emas dan satu medali perak. Rinciannya yakni juara 1 beregu PVC U-13, juara 1 beregu nasional U-13, juara 1 individu PVC U-10, serta juara 2 beregu PVC U-10.
Keberhasilan ini diraih dengan melibatkan 46 atlet siswa yang aktif mengikuti program ekstrakurikuler panahan. Latihan yang digelar secara konsisten di venue pertandingan dinilai menjadi salah satu faktor utama keberhasilan.
Para siswa berlatih di Supersoccer Arena Rendeng bersama pelatih, sehingga terbiasa dengan kondisi lapangan yang sama dengan saat perlombaan. Hal ini membuat mereka lebih siap secara teknis maupun mental saat bertanding.
"Dengan berlatih langsung di arena, anak-anak jadi terbiasa dengan medan pertandingan sehingga hasilnya bisa maksimal," ujarnya.
Prestasi ini juga menandai keberhasilan MI NU Banat Kudus mempertahankan gelar juara umum secara beruntun tiga kali dalam ajang tersebut. Pihak sekolah akan terus berupaya mempertahankan capaian tersebut pada kompetisi berikutnya.
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan kejuaraan panahan 2026 seri 1 kembali digelar sebagai wadah kompetisi bagi atlet-atlet panahan usia dini untuk mengembangkan kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.
Turnamen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam mendukung pembinaan atlet muda di nomor panahan, khususnya pada kategori U-10, U-13, dan U-15. Dengan pengalaman bertanding yang terus terasah, para atlet muda potensial dari berbagai daerah memiliki bekal untuk berkembang dan meningkatkan prestasi di masa mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026 Vera Eka Wardani menyebut antusiasme peserta dalam kompetisi panahan tahun ini tetap tinggi. Meski mayoritas peserta berasal dari Jawa Tengah, jumlah peserta mencapai 562 atlet dari 120 Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Madrasah Tsanawiyah (MTs), menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap olahraga panahan.
Selain itu, kompetisi tahun ini menggunakan sistem kategori usia terbaru sesuai regulasi Perpani pusat, yakni U-10, U-13, dan U-15, yang membuat persaingan semakin kompetitif.
Peserta turnamen terbagi dalam lima kategori, di antaranya Nasional U-10, Nasional U-13, Nasional U-15, PVC U-10 dan PVC U-13. Mereka berkompetisi secara individu dan beregu untuk mengharumkan nama sekolah masing-masing di podium tertinggi.
Ia berharap ajang ini dapat menjadi wadah pembinaan atlet sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga panahan. Ke depan, diharapkan semakin banyak atlet potensial dari daerah yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.