Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah siap mengupayakan bantuan pembangunan rumah warga Desa Gondangmanis, karena sejak enam bulan terakhir hidup dengan rumah bedeng beratap seng dan dinding plastik.
"Kami akan mengusulkan sebagai penerima program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) melalui kolaborasi berbagai pihak. Untuk sementara, kami bantu pembangunan rumahnya secara sederhana," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris didampingi Wabup Bellinda Putri di sela meninjau kondisi tempat tinggal Siti Sumanah yang tinggal di bedeng dari plastik dan seng berukuran 3x2,5 meter di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, Sabtu.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat terkait tempat tinggal warga Desa Gondangmanis yang tidak layak huni. Hadir dalam peninjauan tersebut jajaran pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Nantinya, kata dia, yang bersangkutan akan dimasukkan ke dalam backlog RSLH, baik melalui Baznas maupun dukungan swasta seperti Djarum, Nojorono, Bank Jateng, maupun PT Pura.
Terkait kondisi lahan yang berada di tepi sungai dan dinilai kurang layak, pihaknya juga menginstruksikan tindak lanjut teknis.
"Dengan kondisi tanah yang kurang baik dan terletak di tepi sungai, akan kita manfaatkan semaksimal mungkin. Saya sudah instruksikan kepada desa untuk didokumentasikan dan dikirim ke Dinas PUPR, untuk dikoordinasikan dengan BBWS," ujarnya.
Camat Bae Moh Syafii menambahkan Bupati Kudus bersama wakilnya selain menyalurkan bantuan bahan material dari BPBD, juga menyalurkan bantuan paket sembako dan alas tidur.
"Nantinya juga dikoordinasikan dengan Baznas maupun Lazisnu agar mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni," ujarnya.
Terkait dengan sertifikat tanahnya seluas 37 meter persegi tersebut, juga akan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar dibantu untuk penerbitan sertifikatnya agar bisa dibantu pembangunan rumahnya.
Pemerintah, kata dia, juga akan mengupayakan bantuan agar nama keluarga tersebut masuk ke dalam desil yang layak menerima bantuan, karena selama ini masuk ke dalam desil enam.
Sementara itu, Siti Sumanah yang hidup di bedeng seadanya menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian Pemkab Kudus.
"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang sudah datang dan membantu kami. Kami mohon maaf jika merepotkan banyak pihak," ujarnya.
Ia mengakui harus berjuang sendiri menghidupi anaknya, karena suaminya sudah meninggal.
Setelah rumahnya terjual karena untuk memenuhi sejumlah tanggungan serta biaya pernikahan anak pertamanya, kini hanya bisa membangun bangunan seadanya untuk bisa tidur dengan anaknya Andika Wira Kusuma Nugraha (16) setelah uang hasil penjualan rumahnya dibelikan sebidang tanah.
Sementara untuk membangun rumah tidak cukup. Anaknya juga terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah karena persoalan biaya. Pemkab Kudus mengupayakan berbagai bantuan agar anaknya melanjutkan sekolah.