Logo Header Antaranews Jateng

Batang perkuat jaring pengaman sosial cegah kemiskinan ekstrem

Minggu, 19 April 2026 20:22 WIB
Image Print
Bupati Batang faiz Kurniawan pada acara penyaluran bantuan sosial dan graduasi mandiri KPM-PKH di Batang, Sabtu (18/4/2026). (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah memperkuat jaring pengaman sosial dengan menyalurkan bantuan sosial dan pemberdayaan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) untuk mencegah kemiskinan ekstrem.

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Minggu, mengatakan bahwa kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat adalah sebuah kewajiban untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Bantuan ini bukan sekadar angka atau nominal melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan," katanya.

Ia berpesan kepada warga agar dapat memanfaatkan bantuan sosial tersebut dengan sebaik-baiknya dalam upaya meningkatkan taraf hidupnya.

"(Bantuan sosial ini) jangan dilihat dari besar kecilnya nominal tetapi sebagai motivasi untuk terus berkarya dan berdaya," katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Willopo mengatakan program jaminan sosial ini menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya kemiskinan ekstrem baru.

Ia menjelaskan, pada tahap pertama 2026, sebanyak 1.545 anak yatim, piatu, dan yatim piatu menerima santunan Rp500 ribu per orang, dengan jumlah total sebesar Rp772,5 juta.

Selain itu, bantuan asistensi juga diberikan kepada 140 penyandang disabilitas berat dan 139 warga lanjut usia terlantar. Masing-masing menerima Rp200 ribu per bulan selama tiga bulan, dengan total bantuan masing-masing Rp84 juta dan Rp83,4 juta.

Selain itu, 61 PPKS termasuk penyandang disabilitas ringan, eks warga binaan, dan perempuan rawan sosial ekonomi, menerima bantuan modal usaha Rp3 juta per orang.

Pada kegiatan ini, kata dia, pihaknya menggandeng berbagai pihak di antaranya BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jateng, Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Batang, dan PT Bhimasena Power Indonesia.

Ia mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meringankan beban ekonomi sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

"Melalui program ini, kami berharap bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi penopang sementara tetapi juga mampu menjadi stimulus bagi masyarakat untuk bangkit dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan," katanya.


Baca juga: Seribu peserta KPM-PKH di Batang mengundurkan diri



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026