Purbalingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, Jawa Tengah mendorong pelibatan aktif masyarakat dalam pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Krangean.

Dalam Rapat Koordinasi Teknis TMMD Reguler ke-128 di Operation Room Graha Adiguna, Sekretariat Daerah Purbalingga, Jumat, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Tri Gunawan Setyadi mengatakan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program serta menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

“Libatkan masyarakat secara aktif agar tumbuh rasa memiliki terhadap hasil pembangunan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan kegiatan secara transparan dan akuntabel agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.

“Laksanakan seluruh kegiatan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas,” katanya.

Tri Gunawan juga mendorong optimalisasi kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat guna memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga.

Sementara itu, Komandan Komando Distrik Militer 0702/Purbalingga Letnan Kolonel Infanteri Aries Ika Satria yang diwakili Perwira Seksi Teritorial Kapten Cpl Bangun Widodo mengatakan program TMMD dijadwalkan berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026 dengan fokus pada pembangunan infrastruktur desa dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam hal ini, kata dia, sasaran fisik TMMD meliputi peningkatan jalan penghubung Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara dengan Desa Ponjen sepanjang 1.173 meter.

Menurut dia, pekerjaan tersebut mencakup pembangunan pelat beton sepanjang 869 meter dengan lebar 2 meter, pengaspalan sepanjang 324 meter dengan lebar 3 meter, serta penghamparan pasir dan batu sepanjang 508 meter dengan lebar 2 meter.

Selain itu, juga dilakukan pembangunan talut, drainase dan pelebaran jembatan. “Sasaran fisik ini mendapatkan dukungan anggaran Rp1 miliar, terdiri atas Rp200 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Rp800 juta dari APBD Kabupaten Purbalingga, serta dukungan operasional dari Mabes TNI sebesar Rp338,3 juta,” katanya.

Ia mengatakan pemilihan Desa Krangean sebagai lokasi TMMD didasarkan pada kondisi sosial masyarakat yang kondusif serta kebutuhan mendesak terhadap perbaikan jalan desa yang rusak dan sempit, namun memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian warga.

Selain pembangunan fisik, kata dia, TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik dan sosial, di antaranya pemugaran 10 rumah tidak layak huni (RTLH), penanaman 7.300 batang pohon, pembangunan jaringan pipanisasi untuk irigasi sawah, penyediaan toren air bersih bagi 350 kepala keluarga, pembangunan MCK, serta kegiatan pembersihan lingkungan.

Pelaksanaan TMMD tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

Baca juga: Program TMMD Sengkuyung Purbalingga perkuat akses jalan dan infrastruktur desa