Logo Header Antaranews Jateng

BPBD Cilacap menyiapkan pasokan air bersih antisipasi dampak kemarau

Senin, 18 Mei 2026 14:29 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo. ANTARA/Sumarwoto

Cilacap (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyiapkan pasokan air bersih guna mengantisipasi potensi dampak kekeringan seiring mulai masuknya musim kemarau di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo di Cilacap, Senin, mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Cilacap telah memasuki awal musim kemarau pada dasarian (10 hari) pertama bulan Mei 2026.

Akan tetapi hingga saat ini, pihaknya belum menerima permohonan bantuan distribusi air bersih dari masyarakat, termasuk di wilayah yang biasanya terdampak lebih awal seperti Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten.

"Sampai hari ini (18/5) belum ada permohonan air bersih dari masyarakat ke kami," katanya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi masih turunnya hujan di sejumlah wilayah, terutama di Cilacap bagian barat yang intensitasnya terkadang cukup tinggi sehingga ketersediaan air masih relatif mencukupi.

Meskipun demikian, BPBD tetap melakukan langkah kesiapsiagaan dengan menyiapkan pasokan air bersih untuk mendukung penanganan jika sewaktu-waktu terjadi kekeringan.

Dalam hal ini, pihaknya telah menyiapkan sekitar 250 tangki air bersih yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat apabila terjadi krisis air selama musim kemarau.

Menurut dia, bantuan air bersih yang telah disiapkan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap Tahun 2026.

“Kami juga akan menggandeng dunia usaha untuk ikut memberikan bantuan air bersih dengan menggunakan dana CSR (corporate social responsibility/pertanggungjawaban sosial perusahaan) mereka,” katanya.

Terkait dengan hal itu, ia mengimbau pemerintah desa untuk mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui BPBD setempat jika sudah terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026.

“Kami akan terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi sumber air di wilayah rawan kekeringan guna memastikan respons cepat dapat dilakukan apabila terjadi dampak kekeringan,” kata Taryo.

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan berdasarkan data yang dirilis Stasiun Klimatologi Semarang, awal musim kemarau di sejumlah wilayah Jateng bagian selatan, salah satunya Kabupaten Cilacap diprakirakan terjadi pada dasarian kedua Mei atau pertengahan Mei 2026.

Khusus wilayah pesisir tenggara Kabupaten Cilacap seperti Kecamatan Binangun dan Nusawungu, musim kemarau diprediksi datang lebih awal pada dasarian pertama Mei.

“Durasi musim kemarau di Kabupaten Cilacap diprediksi berlangsung selama 14-18 dasarian atau sekitar 140-180 hari dengan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026,” kata Teguh di Cilacap, Kamis (7/5).

Baca juga: Dinas Perikanan Cilacap minta pembudi daya ikan antisipasi musim kemarau



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026