Demak (ANTARA) - Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, bergerak cepat setelah banjir surut di sejumlah desa terdampak, melakukan droping air bersih dan membersihkan jalan yang sebelumnya tergenang banjir dan menyisakan lumpur.
"Pembersihan jalan dengan cara disemprot menggunakan air, sehingga jalan warga yang semula berlumpur menjadi bebas lumpur dan bisa dilalui dengan aman," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono di Demak, Minggu.
Sementara lokasi droping air bersih, kata dia, di Dukuh Puyang, Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.
Sasarannya, kata dia, untuk 66 keluarga atau 212 jiwa yang sebelumnya terdampak banjir, sehingga membutuhkan pasokan air bersih untuk sementara waktu sambil melakukan pemulihan sumber air bersih milik warga yang sebelumnya tercemar banjir.
Desa lainnya yang juga mendapatkan droping air bersih, yakni Dukuh Solodoko, Desa trimulyo, Kecamatan Guntur, juga mendapatkan pasokan air bersih.
Ia berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban warga yang saat ini masih berupaya melakukan pemulihan, setelah sejak Jumat (3/4) siang mengungsi akibat banjir.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak disebabkan karena faktor debit air Sungai Tuntang yang melintasi Kabupaten Demak melebihi daya tampung sungai, menyusul intensitas curah hujan tingi di kawasan hulunya. Sedangkan di Kabupaten Demak sendiri dalam kondisi cuaca cerah.
Akibat debit air yang melampaui daya tampung, mengakibatkan tanggul Sungai Tuntang di enam lokasi jebol, serta terjadi limpasan air di beberapa lokasi pada Jumat (3/4) pagi.
Peristiwa tersebut mengakibatkan genangan di pemukiman warga, tempat ibadah, sekolah, hingga areal persawahan petani, sehingga 2.839 jiwa yang berasal dari sembilan desa dari empat kecamatan terpaksa mengungsi.
Lokasi tanggul jebol, yakni di Desa Trimulyo ada tiga lokasi dengan panjang 30 meter dan 10 meteran, sedangkan di Desa Sidoharjo ada tiga lokasi dengan panjang 15 meteran. Akibatnya lokasi terdampak banjir paling parah di Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo dari sembilan desa terdampak.
Kesembilan desa tersebut, meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso (Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung).
Hari ini (5/4) warga kembali ke rumahnya masing-masing setelah banjir surut dan pihak terkait juga melakukan penanganan tanggul jebol, agar tidak terjadi banjir lagi.