
Pemkab berharap perbaikan tanggul Sungai Tuntang bisa tuntas dalam sepekan

Demak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berharap proses perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol dapat diselesaikan dalam waktu sepekan ke depan, guna mengantisipasi potensi curah hujan tinggi yang dapat memperparah kondisi di wilayah terdampak.
"Harapannya memang bisa cepat selesai, setidaknya sepekan ke depan. Apalagi, saat ini di lapangan sudah ada alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, termasuk dari Pemkab Demak juga ikut menerjunkan satu unit ekskavator," kata Bupati Demak Eisti'anah di Demak, Kamis.
Ia mengungkapkan sebelumnya sempat terjadi luapan air kembali yang sempat membuat warga panik. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena tanggul berhasil ditutup kembali. Hingga kini, proses perbaikan masih terus berjalan agar segera tuntas.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Demak Ahmad Sugiharto menambahkan satu unit ekskavator juga difungsikan untuk membersihkan area sekitar titik tanggul yang jebol. Banyaknya lumpur yang menutupi kawasan menjadi kendala sehingga diperlukan alat berat untuk mempercepat pemulihan kawasan terdampak banjir.
Perbaikan tanggul dilakukan sejak Minggu (5/4) oleh BBWS Pemali Juana di enam titik berbeda yang tersebar di dua desa, yakni Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo.
Berdasarkan laporan BPBD Demak, penanganan darurat di Desa Trimulyo melibatkan empat unit ekskavator PC 200 yang ditempatkan di Dusun Solowere dan Dusun Solondoko. Untuk Dusun Solowere, perbaikan menggunakan 300 jumbo bag, 400 sesek, serta masing-masing 50 batang pancang bambu dan glugu. Pengerjaan di lokasi ini ditargetkan selesai dalam 10 hari.
Sementara di Dusun Solondoko serta Desa Sidoharjo, penanganan dilakukan dengan 600 jumbo bag, 600 sesek, serta 90 batang pancang bambu dan glugu. Proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar 14 hari.
Selain itu, di Desa Sidoharjo juga dilakukan perapian lokasi menggunakan dua unit dozer D65, serta satu unit ekskavator untuk pengisian material tanah setempat ke dalam jumbo bag dan tanggul.
Diketahui, tanggul Sungai Tuntang jebol di enam titik pada Jumat (3/4) pagi. Tiga titik berada di Desa Trimulyo dengan panjang sekitar 30 meter dan 10 meter, sedangkan tiga titik lainnya di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meter.
Akibat kejadian tersebut, banjir merendam 2.116 rumah dan berdampak pada 7.606 jiwa. Sebanyak 2.839 warga sempat mengungsi dari sembilan desa di empat kecamatan. Saat ini, seluruh pengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing.
Sembilan desa terdampak meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo di Kecamatan Guntur; Desa Ploso di Kecamatan Karangtengah; Desa Lempuyang di Kecamatan Wonosalam; serta Desa Sarimulyo dan Solorire di Kecamatan Kebonagung.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
