Purwokerto, Jawa Tengah (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menekankan pentingnya efisiensi anggaran, khususnya dalam kegiatan perjalanan dinas, sebagai langkah optimalisasi penggunaan keuangan daerah.

"Saya memang tidak membuat kebijakan supaya berangkat kerja dengan naik sepeda atau work from home (bekerja dari rumah) maupun work from anywhere (bekerja dari mana saja), saya lihat situasi saja. Tapi, yang jelas efisiensi itu kita lakukan," kata Sadewo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu.

Ia mencontohkan efisiensi dilakukan dengan memilih akomodasi yang lebih hemat saat perjalanan dinas, tanpa harus menginap di hotel dengan biaya tinggi.

"Kalau ke Semarang, tidak harus di hotel yang itu saja. Dari yang misalnya Rp1,6 juta per hari, bisa kita cari yang Rp1 juta. Itu efisiensi," katanya menjelaskan.

Selain itu, kata dia, pembatasan jumlah personel dalam perjalanan dinas juga menjadi perhatian.

Dalam hal ini, lanjut dia, setiap kegiatan dinas cukup diikuti pihak yang benar-benar terkait.

"Kalau ke Jakarta, saya selalu tambahkan dalam disposisi, cukup berangkat untuk yang terkait saja. Tidak bisa berombongan sampai 20 orang, cukup empat orang saja," katanya.

Ia mengatakan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Banyumas belum menerapkan kebijakan WFH maupun WFA karena mempertimbangkan kondisi wilayah yang relatif mudah dijangkau.

"Sampai hari ini belum. Mudah-mudahan tidak usah, lagian jangkauannya di Banyumas kan dekat, tidak seperti di Jakarta," katanya.

Bupati mengharapkan langkah efisiensi tersebut dapat menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengelola anggaran secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Baca juga: Pemkab Banyumas siapkan aturan pendukung pembatasan medsos anak