Banjarnegara (ANTARA) - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mengajak organisasi guru di berbagai daerah untuk berbenah dan bertransformasi guna menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 yang semakin kompleks dan dinamis.

"Bagi para pemimpin di organisasi PGRI, Anda bukan hanya memimpin organisasi atau sekolah, tetapi juga harus mampu membangun ekosistem pendidikan karena tantangan abad ke-21 tidak bisa dihadapi dengan cara-cara lama," kata Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan PB PGRI James Frans Tomasow saat menjadi narasumber seminar di Rumah Guru PGRI Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu.

Ia mengatakan PGRI sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab strategis dalam mendorong perubahan tata kelola pendidikan agar selaras dengan perkembangan teknologi, tuntutan global, dan perubahan sosial yang cepat.

Menurut dia, masih banyak sekolah dan organisasi PGRI yang menerapkan pola pengelolaan lama, baik dalam manajemen kelembagaan maupun pembelajaran, sehingga perlu segera melakukan pembenahan secara menyeluruh.

James menekankan transformasi organisasi harus dilakukan berbasis data dan komitmen jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.

Ia menilai perubahan setengah-setengah justru berisiko membuat organisasi kembali pada cara-cara lama yang sudah tidak relevan.

"Dalam proses transformasi dibutuhkan ketegasan kepemimpinan agar perubahan yang telah disepakati dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan," katanya dalam kegiatan yang diikuti puluhan pengurus PGRI serta Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Kabupaten Banjarnegara..

Dalam kesempatan tersebut, PB PGRI menyerahkan bantuan berupa seperangkat alat podcast kepada PGRI Kabupaten Banjarnegara sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya menjadi peserta terbanyak dalam Diklat daring Guru Indonesia Maraton Belajar (Gemar).

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana penguatan komunikasi organisasi, berbagi praktik baik pendidikan, serta pengembangan literasi digital di lingkungan PGRI.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara Heling Suhono menyatakan komitmen PGRI Kabupaten Banjarnegara untuk menerapkan cara-cara baru dalam pengelolaan organisasi agar lebih tertib, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan.

Ia mengatakan PGRI Banjarnegara juga tengah mengembangkan kemandirian organisasi melalui pembentukan koperasi sebagai unit usaha, sehingga ke depan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada iuran anggota.

"Kami berharap transformasi organisasi yang dilakukan dapat mendorong sekolah-sekolah PGRI di Banjarnegara berkembang menjadi sekolah unggulan yang dipercaya dan diminati masyarakat," katanya.

Baca juga: Kudus menyiapkan anggaran untuk guru penerima TPKGS Rp107,44 miliar