Batang (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sendang Kamulyan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, membangun proyek Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) ibu kota Kecamatan (IKK) Banyuputih sekitar Rp50 miliar untuk memenuhi layanan air bersih masyarakat dan daerah penyangga Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Direktur Umum Perusahaan Daerah Sendang Kamulyan Kabupaten Batang Sys Mandayun di Batang, Senin, mengatakan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum telah menyatakan kesiapan memberikan anggaran bantuan pembangunan jaringan air bersih di Kecamatan Banyuputih itu.

"Selama ini warga Banyuputih masih mengandalkan air tanah. Jaringan air minum dari kami memang belum menjangkau wilayah tersebut sehingga rencana ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Banyuputih," katanya.

Menurut dia, bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ini sudah tertuang dalam Keputusan Presiden.

"Sekarang tinggal kami diminta menyiapkan sejumlah persyaratan administratif dan teknis mulai dari penyusunan detail engineering design (DED) hingga penyediaan lahan untuk bak reservoar," katanya.

Ia mengatakan untuk menjamin ketersediaan air baku, pihaknya akan memanfaatkan sumber mata air Bakangan yang berada di Desa Ngroto, Kecamatan Reban.

Sumber air tersebut, kata dia, dinilai memiliki potensi debit yang mencukupi untuk menopang kebutuhan air bersih di Banyuputih.

"Debit air dari sumber Bakangan diperkirakan bisa mencapai 70 liter per detik. Dengan kapasitas tersebut, nantinya bisa memenuhi ribuan sambungan air bersih rumah di wilayah Kecamatan Banyuputih," katanya.

Menurut dia, pembangunan SPAM tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik masyarakat agar dapat menikmati air minum yang berkualitas, aman, dan terjangkau.

"Selain itu, keberadaan SPAM Banyuputih juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan wilayah. Kecamatan Banyuputih selama ini dikenal sebagai daerah penyangga KITB yang membutuhkan infrastruktur dasar memadai, termasuk ketersediaan air bersih," katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan pembangunan SPAM Banyuputih ditargetkan direalisasikan pada 2027 setelah seluruh persyaratan teknis dan administratif selesai.

"Saat ini, kami melayani sekitar 66 ribu pelanggan. Dengan masuknya jaringan SPAM di Banyuputih maka jumlah pelanggan diproyeksikan akan terus bertambah seiring meluasnya cakupan layanan air bersih di daerah ini," katanya.



Baca juga: KITB minta rekomendasi Gubernur Jateng dukung layanan tenaga listrik andal