Trianingsih Perlu "Wild Card" Turun di Olimpiade
Kamis, 26 April 2012 14:42 WIB
Trianingsih
.
"Kalaupun ada event kualifikasi pada Mei, tentu waktunya sudah tidak sampai untuk turun pada Olimpiade mendatang, April saja tidak bisa apalagi Mei," kata Pikaoli ketika dihubungi dari Semarang, Kamis.
Menurut dia, berdasarkan aturan, seorang pelari maraton hanya bisa turun dua kali dalam setahun, sedangkan Olimpiade London kurang maksimal empat bulan lagi.
Tetapi, kata dia, dirinya tetap menyiapkan Trianingsih untuk turun pada lari maraton dan kini yang bersangkutan memasuki tahapan latihan umum kedua setelah turun pada lomba lari di Bali, Minggu (22/4).
"Saya serahkan sepenuhnya kepada PB PASI, KONI/KOI, dan pelatnas Program Indonesia Emas (Prima) soal ini, saya tetap akan semaksimal mungkin menyiapkan Trianingsih," kata pelatih asal Sumatera Selatan tersebut.
Ketika ditanya langkah apa yang dilakukan agar Trianingsih bisa tampil pada Olimpiade tetapi waktunya sudah mepet, dia mengatakan, salah satunya adalah Trianingsih mendapatkan "wild card" karena tidak ada waktu.
"Tetapi saya serahkan kepada mereka PB PASI, KONI/KOI, dan Pelatnas Prima, karena kami mendapat jatah satu 'wild card' cabang ini. Kalau Maria Natalia Londa lolos tentunya jatah itu sudah habis," katanya.
Ia menambahkan, dirinya mendapat tugas untuk mempersiapkan Trianingsih turun pada kejuaraan atletik Taiwan Open, 27 Mei mendatang untuk nomor lari 5.000 meter.
"Kalau melihat catatan waktu terbaik Trianingsih yang 15 sekian menit tentunya berat untuk menembus limit Olimpiade yang 14 sekian menit. Tetapi siapa tahu di Taiwan Trianingsih bisa mencapai 14 menit dan menembus limit waktu Olimpiade," katanya.
Apakah Trianingsih dialihkan dari maraton (lari 42,195 kilometer) ke lari 5.000 meter, dia mengatakan, tidak dan dirinya tetap menyiapkan Trianingsih untuk maraton.
"Di Taiwan mendatang, Trianingsih memang diharapkan manajer maupun PB PASI turun pada lari 5.000 meter," katanya.
"Kalaupun ada event kualifikasi pada Mei, tentu waktunya sudah tidak sampai untuk turun pada Olimpiade mendatang, April saja tidak bisa apalagi Mei," kata Pikaoli ketika dihubungi dari Semarang, Kamis.
Menurut dia, berdasarkan aturan, seorang pelari maraton hanya bisa turun dua kali dalam setahun, sedangkan Olimpiade London kurang maksimal empat bulan lagi.
Tetapi, kata dia, dirinya tetap menyiapkan Trianingsih untuk turun pada lari maraton dan kini yang bersangkutan memasuki tahapan latihan umum kedua setelah turun pada lomba lari di Bali, Minggu (22/4).
"Saya serahkan sepenuhnya kepada PB PASI, KONI/KOI, dan pelatnas Program Indonesia Emas (Prima) soal ini, saya tetap akan semaksimal mungkin menyiapkan Trianingsih," kata pelatih asal Sumatera Selatan tersebut.
Ketika ditanya langkah apa yang dilakukan agar Trianingsih bisa tampil pada Olimpiade tetapi waktunya sudah mepet, dia mengatakan, salah satunya adalah Trianingsih mendapatkan "wild card" karena tidak ada waktu.
"Tetapi saya serahkan kepada mereka PB PASI, KONI/KOI, dan Pelatnas Prima, karena kami mendapat jatah satu 'wild card' cabang ini. Kalau Maria Natalia Londa lolos tentunya jatah itu sudah habis," katanya.
Ia menambahkan, dirinya mendapat tugas untuk mempersiapkan Trianingsih turun pada kejuaraan atletik Taiwan Open, 27 Mei mendatang untuk nomor lari 5.000 meter.
"Kalau melihat catatan waktu terbaik Trianingsih yang 15 sekian menit tentunya berat untuk menembus limit Olimpiade yang 14 sekian menit. Tetapi siapa tahu di Taiwan Trianingsih bisa mencapai 14 menit dan menembus limit waktu Olimpiade," katanya.
Apakah Trianingsih dialihkan dari maraton (lari 42,195 kilometer) ke lari 5.000 meter, dia mengatakan, tidak dan dirinya tetap menyiapkan Trianingsih untuk maraton.
"Di Taiwan mendatang, Trianingsih memang diharapkan manajer maupun PB PASI turun pada lari 5.000 meter," katanya.
Pewarta : Hernawan Wahyudono
Editor : hernawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSBSI: Polri tak perlu di bawah kementerian karena berisiko membuka ruang intervensi politik
27 January 2026 10:52 WIB
Pemkab Batang: Anggaran BTT untuk penanganan bencana Rp11 miliar belum perlu digunakan
23 January 2026 21:18 WIB
Wali Kota Semarang: Enam hari sekolah jenjang SMA/SMK perlu dikaji komprehensif
27 November 2025 18:37 WIB
Mendikdasmen: Larangan siswa bawa HP di kelas perlu dibahas secara komprehensif lintas kementerian
22 November 2025 18:44 WIB
Terpopuler - Atletik
Lihat Juga
Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 ditutup meriah, 2.000 pelari ikuti fun run dan dorong UMKM
18 December 2025 11:55 WIB
Gubernur: Borobudur Marathon masuk dalam Elite Label jadikan Jateng ikon marathon dunia
16 November 2025 17:35 WIB