Boyolali (ANTARA) - Ribuan pelari dari berbagai daerah meramaikan event Susurun 2025 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu.
Gelaran olahraga yang diikuti oleh sebanyak 1.700 pelari tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni 5K dan 10K.
Bupati Boyolali Agus Irawan berkesempatan melepas pelari kategori 5K sekitar pukul 05.59 WIB, dengan mengambil start dan finish di tempat yang sama yaitu di depan Kantor Bupati Boyolali. Dari seluruh peserta, terlihat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno dan Ketua TP PKK Kabupaten Boyolali Dita Agus Irawan.
Selain itu, Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Kabupaten Boyolali Muhammad Arief Wardianta, dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Budi Prasetyaningsih juga menjadi peserta lari.
Selain kategori utama pada 5K dan 10K, ada tiga sub kategori yaitu pelajar usia 10-17 tahun, umum 18-39 tahun, dan master dengan usia di atas 40 tahun.
Para peserta melewati rute yang menunjukkan ikon Boyolali seperti Monumen Susu Murni, Tugu Jagung, Boulevard Soekarno, dan rute lainnya dengan pemandangan alam yang mempesona.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno yang ikut ambil bagian menjadi peserta pada kategori 10K mengatakan, ajang ini memadukan pariwisata olahraga (sport tourism), sekaligus promosi menggemakan kembali kejayaan susu sapi produksi peternak lokal.
Sumarno mengatakan, produk susu sapi lokal telah menjadi merek dagang (trademark) Kabupaten Boyolali. Oleh karenanya, identitas produk susu sapi khas Boyolali perlu terus digencarkan.
"Mudah-mudahan dengan even seperti ini akan mengembalikan kejayaan susu Boyolali,” kata dia. Apalagi, lanjut dia, kualitas susu sapi yang diproduksi oleh peternak di Boyolali punya kualitas bagus. Buktinya, produknya banyak diminati oleh pasar.
Dalam kesempatan itu, Sumarno juga berharap, susu sapi dari Boyolali bisa masuk pada menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Karena potensi kebutuhan MBG ini banyak. Tentu saja menjadi pasar potensial untuk menyerap produksi susu sapi peternak di Boyolali," katanya.
Pemerintah Provinsi Jateng, kata dia, selalu mendorong agar melalui program MBG mampu merangkul semua instrumen perekonomian. Baik dari kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), petani, peternak, nelayan, dan elemen masyarakat lainnya.

Salah seorang peserta lari kategori 10K asal Kota Surakarta, Muhammad Alting mengaku, senang mengikuti gelaran tersebut. Selain rute yang ditawarkan menarik, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyemarakkan kembali konsumsi susu sapi dari peternak lokal.
"Karena Boyolali terkenal dengan kota susu. Ya, pokoknya minum susu setiap hari, badan sehat selalu. Harapannya, semoga Boyolali semakin maju dan berkembang," ucapnya.
Pariwisata Olahraga
Kepala Disporapar Kabupaten Boyolali Budi Prasetyaningsih mengatakan ajang ini memadukan pariwisata olahraga (sport tourism), sekaligus promosi menggemakan kembali kejayaan susu sapi produksi peternak lokal.
“Boyolali merupakan Kota Susu. Oleh karena itu, event ini dinamakan Susurun. Event ini merupakan event runrace yang pertama di Kabupaten Boyolali,” katanya.
Sementara itu, Agus Irawan memberikan apresiasi kepada para peserta, panitia, dan instansi yang telah menyukseskan Susurun Boyolali 2025. Ia berharap mereka bergembira menikmati rute Susurun 2025 tersebut.
"Untuk para peserta, mari terus semangat dan jaga kesehatan. Jangan sampai putar di gang, tetap ikuti rute yang ada," katanya.
Pada kategori 5K, Nasional Male diraih oleh Muhamran, Nasional Female diraih oleh Alanz Khoirunisa, Master Female diraih oleh Waliyanti, Pelajar Male diraih oleh Rasya Attaya, dan Pelajar Female diraih oleh Zindi Aulia Permadani.
Sedangkan di kategori 10K, Nasional Male diraih oleh Nurshadiq, Nasional Female diraih oleh Sharfina Sela, Master Male diraih oleh Faizin, Master Female diraih oleh Risa Wijayanti, serta Best Costume dibawa pulang oleh Kristiyono.

