Tomcat Serang Kota Semarang
Senin, 9 April 2012 9:21 WIB
"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat yang menjadi korban sengatan tomcat. Tidak perlu khawatir, serangga ini tidak mematikan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kota Semarang Widoyono di Semarang, Senin.
Laporan serangan tomcat, katanya, dua orang di Kelurahan Pudakpayung. Selain itu, di Kelurahan Gayamsari dan Sampangan masing-masing satu orang, serta Kelurahan Bulu Lor, Semarang.
Selain itu, di Kelurahan Bulu Lor sudah ada laporan dari warga setempat tentang serangan serangga itu, namun hingga saat ini belum ada laporan tentang korban.
Ia mengatakan, serangga yang memiliki nama ilmiah Paederus Fuscipes itu memang memiliki sengat yang bisa membuat kulit serasa terbakar dan melepuh, namun warga tidak perlu panik menghadapi serangga tersebut.
"Serangga ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun masyarakat saja yang tidak menyadarinya. Pemberitaan tentang serangan serangga yang namanya unik ini kemudian menjadikan serangga ini terkenal," katanya.
Widoyono mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan rumah, terutama lokasi yang dimungkinkan terdapat hewan-hewan seperti itu, kemudian pasang kain kasa di ventilasi untuk mencegah tomcat masuk.
"Jika sudah terjadi kontak dengan tomcat, misalnya menempel namun belum tersengat jangan dipukul karena sengatnya akan melukai kulit. Sebaiknya cukup disentil atau ditiup agar tomcat segera menyingkir," katanya.
Akan tetapi, kata dia, jika sudah terkena sengatannya segera basuh luka dengan air bersih yang mengalir dan segera bawa ke pusat layanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan dan pengobatan yang efektif.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa Unsoed dampingi petani Serang olah kohe jadi pupuk ramah lingkungan
02 October 2025 6:02 WIB
UKM Klinik Tani Faperta Unsoed raih dana PPK Ormawa untuk pemberdayaan petani Desa Serang
24 July 2025 15:08 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB