Cilacap (ANTARA) - Suasana berbeda tampak di SDN 05 Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (17/9). Sejak pagi, halaman sekolah itu riuh oleh tawa dan sorak anak-anak yang tampak tak sabar menanti giliran.
Mereka bukan menunggu pelajaran dimulai atau pembagian rapor, melainkan momen istimewa: menikmati paket makanan bergizi yang jarang mereka dapatkan sehari-hari.
Lebih dari 140 paket makanan sehat empat sehat lima sempurna dibagikan kepada para siswa. Bagi sebagian orang, mungkin hanya piring sederhana berisi nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu. Namun di mata anak-anak, makanan bergizi itu menjelma kebahagiaan, menghadirkan rasa istimewa yang sulit diukur dengan angka.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu digagas Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap. Bukan sekadar kegiatan seremonial, MBG merupakan bagian dari rangkaian program sosial PWP yang berfokus pada pencegahan stunting sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat.
Ketua PWP RU IV Cilacap, Farika Wahyu Sulistyo Wibowo, yang hadir mendampingi langsung anak-anak, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. "Program MBG bukan sekadar memberi makanan, juga semangat, perhatian, serta harapan agar anak-anak tumbuh sehat dan cerdas sebagai bagian dari cita-cita bangsa," ujarnya.
Bagi Farika, melihat senyum polos anak-anak yang lahap menyantap makanan sehat itu adalah hadiah berharga. Sebab dia percaya, pemenuhan gizi seimbang merupakan pondasi penting bagi lahirnya generasi yang kuat, cerdas, dan berdaya saing.
Dukungan penuh
Kegiatan MBG dilaksanakan melalui Bidang Sosial dan Budaya PWP dengan dukungan penuh General Manager serta Tim Manajemen Kilang Cilacap. Kehadiran para pimpinan perusahaan di tengah anak-anak menambah kehangatan acara.
Tidak ada jarak antara jajaran manajemen dan para siswa. Mereka duduk bersama, menyapa satu per satu anak, bahkan membantu membagikan makanan. Momentum itu menggambarkan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar tanggung jawab formal, juga panggilan hati.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Kilang Cilacap dalam memperluas manfaat sosial bagi masyarakat sekitar. Melalui pendekatan yang sederhana namun tepat sasaran, perusahaan berusaha menanamkan pesan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesehatan generasi penerus.
Baca juga: Pekerja Kilang Cilacap dukung integrasi anak usaha Pertamina
Bagi SDN 05 Kutawaru, kehadiran Program MBG membawa arti tersendiri. Selama ini, sekolah tersebut belum sempat mendapat program serupa dari pemerintah. Tak heran jika para siswa begitu antusias, bahkan beberapa di antara mereka tampak tak sabar mencicipi susu kotak yang jarang mereka nikmati.
Kepala SDN 05 Kutawaru Supinah menyampaikan apresiasinya dengan penuh rasa haru. "Kami sangat berterima kasih kepada PWP dan Kilang Cilacap. Semoga langkah positif ini dapat menjadi semangat dan motivasi bagi siswa-siswi kami untuk semakin giat belajar, serta menciptakan kenangan yang menyenangkan di benak mereka," katanya.
Bagi Supinah, program sederhana ini sejatinya merupakan investasi jangka panjang. Sebab anak-anak yang sehat dan gembira akan tumbuh menjadi generasi yang lebih percaya diri, produktif, dan siap bersaing.
Program MBG juga sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Di antaranya tujuan kedua, zero hunger atau tanpa kelaparan, serta tujuan ketiga, good health and well-being atau kehidupan sehat dan sejahtera.
Keduanya menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang. Dengan langkah konkret seperti MBG, PWP dan Kilang Cilacap berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan global sekaligus memberi dampak langsung di tingkat lokal.
Di balik hidangan bergizi yang dibagikan, tersimpan pesan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dengan cara sederhana. Anak-anak tidak hanya kenyang, juga merasa diperhatikan. Tawa mereka menjadi penanda bahwa kepedulian kecil mampu memberi arti besar.
Farika menegaskan, Program MBG bukanlah kegiatan sekali jalan. Di SDN 05 Kutawaru saja, program ini akan dilaksanakan sebanyak dua kali. Ke depan, PWP juga berupaya memperluas jangkauan ke sekolah lain di sekitar Cilacap.
“Ini bagian dari komitmen kami, bahwa anak-anak adalah masa depan bangsa. Mereka perlu mendapat perhatian sejak dini, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan,” ujarnya.
Kenangan yang membekas
Siang itu, setelah paket makanan dibagikan, halaman sekolah mendadak hening sejenak. Anak-anak sibuk menyantap makanan dengan lahap, sebagian masih saling bercanda, sementara guru-guru tersenyum menyaksikan pemandangan yang jarang mereka temui.
Seorang siswa kelas 4 tampak begitu gembira ketika memegang buah pisang dan susu kotak. "Enak sekali, Bu, biasanya tidak ada," ucapnya polos. Ucapan sederhana itu cukup menggambarkan betapa istimewanya momentum tersebut bagi mereka.
Baca juga: Kolaborasi efisiensi energi di Kilang Cilacap, menjawab tantangan masa depan
Bagi para guru, MBG bukan hanya soal gizi, juga membangun memori positif dalam diri anak-anak. Bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, juga ruang kebahagiaan. Bahwa ada pihak lain di luar keluarga dan guru yang peduli pada mereka.
Melalui Program MBG, PWP dan Kilang Cilacap berhasil menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu membutuhkan konsep rumit. Sebuah piring makanan sehat yang disajikan dengan cinta dapat menyalakan semangat baru bagi anak-anak.
Lebih dari itu, program ini memberi contoh bagaimana kolaborasi antara perusahaan, organisasi sosial, sekolah, dan masyarakat bisa berjalan harmonis. Semua pihak memiliki peran dalam memastikan generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter.
Setelah kegiatan belajar di sekolah berakhir, anak-anak kembali ke rumah masing-masing dengan wajah sumringah. Beberapa masih menenteng buah yang belum habis dimakan. Senyum mereka menjadi simbol sederhana bahwa kebaikan selalu meninggalkan jejak, bahkan dalam hal sekecil sepotong roti atau segelas susu.
Seperti itulah makna Program MBG: sederhana dalam wujud, namun besar dalam dampak. Senyum tulus anak-anak Kutawaru menjadi bukti bahwa kepedulian kecil hari ini adalah investasi besar bagi masa depan bangsa.
Baca juga: Bank Sampah Abhipraya binaan Kilang Cilacap studi tiru ke TPST Rawalo
Baca juga: Kilang Cilacap gelar Safety Leadership Program bagi tenaga alih daya
Baca juga: Kilang Cilacap raih juara 1 pada karnaval mobil hias HUT Ke-80 RI