Dua komponen yang mempengaruhi inflasi Jateng
Selasa, 1 Oktober 2024 21:40 WIB
Kepala BPS Jawa Tengah Endang Sri Wahyuningsih. ANTARA/IC Senjaya
Semarang, Jateng (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kenaikan harga beras dan bahan bakar rumah tangga memberi kontribusi terbesar terhadap inflasi di Jawa Tengah pada September 2024, sehingga mencapai 1,57 persen year on year (yoy).
Kepala BPS Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih di Semarang, Jateng, Selasa, mengatakan inflasi sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberi kontribusi sekitar 2,18 persen.
Selain itu, lanjut dia, sejumlah komoditas yang kenaikan harganya juga memengaruhi inflasi September 2025 yakni rokok, kopi bubuk, minyak goreng, cabai rawit, serta bawang putih.
"Sementara, untuk inflasi September 2024 dibanding bulan sebelumnya mencapai 0,05 persen," katanya.
Adapun dari sembilan daerah di Jawa Tengah tempat dilakukan survei indeks harga konsumen, kata dia, seluruhnya mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi September, lanjut dia, terjadi di Kota Tegal yang mencapai 0,13 persen (mtm).
Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Semarang yang mencapai 0,01 persen.
Sementara, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan inflasi tahunan maupun bulanan di September 2024 ini masih dalam batas yang disepakati.
"Penyesuaian harga bahan bakar rumah tangga, mudah-mudahan ke depan dampak dari inflasi dapat lebih terkendali," katanya.
Sumarno juga meminta kepada para pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan harga pangan, khususnya yang memengaruhi inflasi.
"Pantau harga dan pastikan ketersediaan pangan di pasar agar dampak inflasi dapat lebih terkendali," katanya.
Kepala BPS Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih di Semarang, Jateng, Selasa, mengatakan inflasi sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberi kontribusi sekitar 2,18 persen.
Selain itu, lanjut dia, sejumlah komoditas yang kenaikan harganya juga memengaruhi inflasi September 2025 yakni rokok, kopi bubuk, minyak goreng, cabai rawit, serta bawang putih.
"Sementara, untuk inflasi September 2024 dibanding bulan sebelumnya mencapai 0,05 persen," katanya.
Adapun dari sembilan daerah di Jawa Tengah tempat dilakukan survei indeks harga konsumen, kata dia, seluruhnya mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi September, lanjut dia, terjadi di Kota Tegal yang mencapai 0,13 persen (mtm).
Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Semarang yang mencapai 0,01 persen.
Sementara, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan inflasi tahunan maupun bulanan di September 2024 ini masih dalam batas yang disepakati.
"Penyesuaian harga bahan bakar rumah tangga, mudah-mudahan ke depan dampak dari inflasi dapat lebih terkendali," katanya.
Sumarno juga meminta kepada para pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan harga pangan, khususnya yang memengaruhi inflasi.
"Pantau harga dan pastikan ketersediaan pangan di pasar agar dampak inflasi dapat lebih terkendali," katanya.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS: KEK dan kawasan industri memiliki berkontribusi tumbuhkan ekonomi Jateng
12 February 2026 19:49 WIB
Luasan panen padi Jateng diperkirakan naik 115,98 ribu ha dibanding tahun sebelumnya
04 November 2025 8:33 WIB
BPS minta masyarakat jawab jujur dan akurat saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
30 October 2025 16:58 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB