Lima kecamatan di Sragen kekeringan
Minggu, 1 September 2024 21:24 WIB
Info grafis peta kekeringan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (1/9/2024). ANTARA/Aris Wasita
Sragen (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mengoptimalkan droping air menyusul terjadinya kekeringan di lima kecamatan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Triyono Putro di Sragen, Jawa Tengah, Minggu mengatakan lima kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut, yakni Sumberlawang, Miri, Tangen, Jenar, dan Gesi.
Awalnya, kekeringan di kabupaten tersebut hanya terjadi di tiga kecamatan, namun saat ini meluas menjadi lima kecamatan.
Data dari BPBD Sragen per Jumat (30/8), kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Sragen tersebar di 12 desa, 32 dukuh, dan 51 RT. Sedangkan jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 3.336 KK atau 11.630 jiwa.
Untuk distribusi air bersih dilakukan secara terjadwal dengan menyasar ke desa-desa yang krisis air.
Sementara itu, mengenai upaya lain pemerintah daerah sudah mengatasi kekeringan Kabupaten Sragen dengan memanfaatkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk membuat sumur di kawasan yang kesulitan air.
Ia mengatakan langkah tersebut untuk mengurangi dropping air. Meski demikian, diakuinya, sebagian sumber air bersih sumur dalam yang dibangun pemerintah untuk mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan juga mengering.
Pihaknya mencatat dari 31 sumur yang dibangun di wilayah rawan kekeringan bekerja sama dengan berbagai mitra kerja, sekitar 9-10 sumur sudah tidak bisa dimanfaatkan.
"Ada beberapa yang tidak mengalir karena kondisi kurang dalam atau seperti apa," katanya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Triyono Putro di Sragen, Jawa Tengah, Minggu mengatakan lima kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut, yakni Sumberlawang, Miri, Tangen, Jenar, dan Gesi.
Awalnya, kekeringan di kabupaten tersebut hanya terjadi di tiga kecamatan, namun saat ini meluas menjadi lima kecamatan.
Data dari BPBD Sragen per Jumat (30/8), kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Sragen tersebar di 12 desa, 32 dukuh, dan 51 RT. Sedangkan jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 3.336 KK atau 11.630 jiwa.
Untuk distribusi air bersih dilakukan secara terjadwal dengan menyasar ke desa-desa yang krisis air.
Sementara itu, mengenai upaya lain pemerintah daerah sudah mengatasi kekeringan Kabupaten Sragen dengan memanfaatkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk membuat sumur di kawasan yang kesulitan air.
Ia mengatakan langkah tersebut untuk mengurangi dropping air. Meski demikian, diakuinya, sebagian sumber air bersih sumur dalam yang dibangun pemerintah untuk mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan juga mengering.
Pihaknya mencatat dari 31 sumur yang dibangun di wilayah rawan kekeringan bekerja sama dengan berbagai mitra kerja, sekitar 9-10 sumur sudah tidak bisa dimanfaatkan.
"Ada beberapa yang tidak mengalir karena kondisi kurang dalam atau seperti apa," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ralat - Ratu Maxima dari Belanda kunjungi salah satu pabrik garmen di Sragen
26 November 2025 10:16 WIB
Kanwil Kementerian Hukum Jateng rapat pengharmonisasuan Raperda dan Raperbup Sragen
04 November 2025 16:52 WIB
Kisah lucu warnai hari pertama beroperasinya SPPG Kemala Bhayangkari Polres Sragen
03 November 2025 15:03 WIB
PLN wujudkan kemerdekaan energi bagi masyarakat di Sragen pada perayaan HLN
26 October 2025 10:57 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Potensi kerugian akibat banjir di sejumlah desa Kudus ditaksir Rp533 miliar
19 January 2026 19:19 WIB
Perjalanan 23 KA Daop 4 Semarang masih dibatalkan dampak banjir di Pekalongan
19 January 2026 9:00 WIB