Jurusan Agroteknologi Unsoed adakan Workshop Kurikulum Berbasis OBE
Senin, 22 Juli 2024 17:12 WIB
Workshop kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang digelar Jurusan Agroteknologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Ruang Kuliah Pascasarjana Gedung A lantai 2 Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (17/7/2024). ANTARA/HO-Unsoed
Purwokerto (ANTARA) - Jurusan Agroteknologi , target="_blank">
Saat memberi sambutan dalam pembukaan workshop, Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P. menyampaikan dukungan fakultas terhadap kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam pembukaan acara adalah Wakil Dekan Bidang Akademik Susanto Budi Sulistyo, Ph.D., Wakil Dekan Umum dan Keuangan Dr. Budhi Darmawan, serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Khavid Faozi.
Narasumber pada workshop ini adalah Koordinator Program Studi Fatichin, Ph.D. dan Ir. Noor Istifadah, M.C.P., Ph.D. dari Jurusan Agroteknologi Universitas Padjadjaran serta dimoderatori oleh Woro Sri Suharti, Ph.D.
Narasumber menjelaskan pentingnya kurikulum OBE dalam mendukung lulusan agar diterima di dunia usaha dan industri. Kurikulum ini mengacu pada outcome, sehingga tidak hanya materi yang diaplikasikan di dalam kelas, juga mempersiapkan lulusan (outcome) yang memiliki kemampuan untuk menghadapi dunia kerja.
Baca juga: Unsoed gelar Workshop Pemutakhiran Daftar Informasi Publik
Penerapan kurikulum OBE juga mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga perguruan tinggi lebih siap memproyeksikan lulusannya agar bisa bersaing di dunia global.
Noor Istifadah, Ph.D. menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang pesat memunculkan kesenjangan baru di dunia pendidikan, sehingga lulusan (outcome) dituntut untuk lebih adaptif dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kurikulum OBE, perguruan tinggi lebih mudah menjembatani lulusan agar mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Kurikulum OBE dirancang untuk menciptakan lulusan sesuai kebutuhan industri. Dalam kurikulum OBE, terdapat tiga poin yang dievaluasi, yaitu:
1. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) atau Course Outcome. Evaluasi ini menilai kompetensi mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah yang diikuti.
2. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) atau Program Outcome. Evaluasi ini menilai capaian mahasiswa saat lulus dengan mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mempersiapkan data yang dicapai saat mahasiswa lulus. CPL digunakan untuk mengetahui kompetensi lulusan perguruan tinggi.
3. Program Educational Objective (PEOs). Evaluasi ini dilakukan terhadap lulusan setelah beberapa tahun untuk menilai kompetensi lulusan dalam karir dan kehidupan. Pada tahun pertama setelah lulus, evaluasi ini digunakan untuk penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Peserta workshop terlihat antusias dan mendapat pencerahan atas penjelasan narasumber mengenai pelaksanaan kurikulum OBE. Diharapkan praktik baik yang telah dilaksanakan di Jurusan Agroteknologi Universitas Padjadjaran dapat diadopsi di Jurusan Agroteknologi , sehingga lulusan memiliki daya saing di dunia usaha dan industri.
Baca juga: Unsoed gelar Workshop Pemutakhiran Daftar Informasi Publik
Baca juga: Cegah rambut rontok, mahasiswa Unsoed bikin sampo dari buah parijoto dan minyak bekatul
Baca juga: Sosiolog : Anak-anak belum bisa berpikir jauh atas risiko perbuatannya
Saat memberi sambutan dalam pembukaan workshop, Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P. menyampaikan dukungan fakultas terhadap kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam pembukaan acara adalah Wakil Dekan Bidang Akademik Susanto Budi Sulistyo, Ph.D., Wakil Dekan Umum dan Keuangan Dr. Budhi Darmawan, serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Khavid Faozi.
Narasumber pada workshop ini adalah Koordinator Program Studi Fatichin, Ph.D. dan Ir. Noor Istifadah, M.C.P., Ph.D. dari Jurusan Agroteknologi Universitas Padjadjaran serta dimoderatori oleh Woro Sri Suharti, Ph.D.
Narasumber menjelaskan pentingnya kurikulum OBE dalam mendukung lulusan agar diterima di dunia usaha dan industri. Kurikulum ini mengacu pada outcome, sehingga tidak hanya materi yang diaplikasikan di dalam kelas, juga mempersiapkan lulusan (outcome) yang memiliki kemampuan untuk menghadapi dunia kerja.
Baca juga: Unsoed gelar Workshop Pemutakhiran Daftar Informasi Publik
Penerapan kurikulum OBE juga mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga perguruan tinggi lebih siap memproyeksikan lulusannya agar bisa bersaing di dunia global.
Noor Istifadah, Ph.D. menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang pesat memunculkan kesenjangan baru di dunia pendidikan, sehingga lulusan (outcome) dituntut untuk lebih adaptif dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui kurikulum OBE, perguruan tinggi lebih mudah menjembatani lulusan agar mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Kurikulum OBE dirancang untuk menciptakan lulusan sesuai kebutuhan industri. Dalam kurikulum OBE, terdapat tiga poin yang dievaluasi, yaitu:
1. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) atau Course Outcome. Evaluasi ini menilai kompetensi mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah yang diikuti.
2. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) atau Program Outcome. Evaluasi ini menilai capaian mahasiswa saat lulus dengan mengidentifikasi, mengumpulkan, dan mempersiapkan data yang dicapai saat mahasiswa lulus. CPL digunakan untuk mengetahui kompetensi lulusan perguruan tinggi.
3. Program Educational Objective (PEOs). Evaluasi ini dilakukan terhadap lulusan setelah beberapa tahun untuk menilai kompetensi lulusan dalam karir dan kehidupan. Pada tahun pertama setelah lulus, evaluasi ini digunakan untuk penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Peserta workshop terlihat antusias dan mendapat pencerahan atas penjelasan narasumber mengenai pelaksanaan kurikulum OBE. Diharapkan praktik baik yang telah dilaksanakan di Jurusan Agroteknologi Universitas Padjadjaran dapat diadopsi di Jurusan Agroteknologi , sehingga lulusan memiliki daya saing di dunia usaha dan industri.
Baca juga: Unsoed gelar Workshop Pemutakhiran Daftar Informasi Publik
Baca juga: Cegah rambut rontok, mahasiswa Unsoed bikin sampo dari buah parijoto dan minyak bekatul
Baca juga: Sosiolog : Anak-anak belum bisa berpikir jauh atas risiko perbuatannya
Pewarta : KSM
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Akademisi Unsoed: Kuatkan destana di sekitar Gunung Slamet untuk hadapi ancaman bencana
28 January 2026 16:49 WIB
Pakar Hukum: Penerapan pidana kerja sosial harus berdampak bagi masyarakat
06 January 2026 13:27 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Inovasi Hydrozea dari mahasiswa Teknik Kimia UMS, hidrogel ramah lingkungan dari limbah kulit jagung
05 February 2026 15:26 WIB
Disdikpora Kudus minta siswa SD-SMP ikuti tes kompetensi akademik Kemendikdasmen
04 February 2026 19:39 WIB
Mahasiswa KKN-Dik FKIP UMS dorong literasi digital di MTs Muhammadiyah 5 Jumantono
04 February 2026 15:02 WIB
Dinkes Semarang minta puskesmas memberi edukasi masyarakat soal virus Nipah
04 February 2026 8:39 WIB
Para siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat belajar hidup di desa lewat kegiatan live in
03 February 2026 17:26 WIB