Dinkes Jepara ajak masyarakat terapkan PHBS cegah BDB
Kamis, 21 Maret 2024 17:07 WIB
Mencuci tangan pakai sabun perlu dibudayakan sebagai pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Jepara (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Apapun penyakit semua itu bisa disebabkan oleh tiga faktor, yakni lingkungan, manusia, dan agen seperti kuman, nyamuk, dan bakteri. Untuk itulah, kita perlu membiasakan diri berperilaku hidup bersih dan sehat," kata Kepala Dinkes Kabupaten Jepara Mudrikatun di Jepara, Kamis.
Sementara upaya yang perlu ditingkatkan, kata dia, adalah upaya preventif dan promotif, sehingga bisa meminimalkan kasus penyakit, termasuk DBD.
"Jika masyarakat mendukung dan bergerak, serta yang paling penting setelah mengetahui kemudian menggerakkan dan membiasakannya agar menjadi budaya," ujarnya.
Melalui PHBS, kata dia, diharapkan pada kondisi saat ini lingkungan rumah warga Jepara juga bersih dan memastikan tidak ada barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan karena nyamuk aedes aegypti pembawa virus DBD berpotensi berkembang biak di tempat-tempat tersebut.
Ia meminta masyarakat jangan kendor dalam melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara menguras, menutup, dan mengubur barang-barang bekas.
"PSN jangan hanya dilakukan saat terjadinya suatu penyakit, tetapi minimal sepekan sekali melalui gerakan Jumat bersih," ujarnya.
Untuk kasus DBD pada awal pekan ini tercatat sebanyak 210 kasus dan suspek DBD sebanyak 1.259 kasus. Sedangkan kasus meninggal tercatat 20 kasus.
Ia berharap kasus DBD berangsur turun dan kasus meninggal tidak bertambah.
Terkait dengan hasil penelitian jenis virus DBD yang menjangkiti warga di Kabupaten Jepara, termasuk jentik nyamuknya, Dinkes Jepara masih menunggu hasil dari pusat.
Baca juga: Kemenkes terjunkan tim peneliti jenis virus nyamuk DBD Jepara
"Apapun penyakit semua itu bisa disebabkan oleh tiga faktor, yakni lingkungan, manusia, dan agen seperti kuman, nyamuk, dan bakteri. Untuk itulah, kita perlu membiasakan diri berperilaku hidup bersih dan sehat," kata Kepala Dinkes Kabupaten Jepara Mudrikatun di Jepara, Kamis.
Sementara upaya yang perlu ditingkatkan, kata dia, adalah upaya preventif dan promotif, sehingga bisa meminimalkan kasus penyakit, termasuk DBD.
"Jika masyarakat mendukung dan bergerak, serta yang paling penting setelah mengetahui kemudian menggerakkan dan membiasakannya agar menjadi budaya," ujarnya.
Melalui PHBS, kata dia, diharapkan pada kondisi saat ini lingkungan rumah warga Jepara juga bersih dan memastikan tidak ada barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan karena nyamuk aedes aegypti pembawa virus DBD berpotensi berkembang biak di tempat-tempat tersebut.
Ia meminta masyarakat jangan kendor dalam melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara menguras, menutup, dan mengubur barang-barang bekas.
"PSN jangan hanya dilakukan saat terjadinya suatu penyakit, tetapi minimal sepekan sekali melalui gerakan Jumat bersih," ujarnya.
Untuk kasus DBD pada awal pekan ini tercatat sebanyak 210 kasus dan suspek DBD sebanyak 1.259 kasus. Sedangkan kasus meninggal tercatat 20 kasus.
Ia berharap kasus DBD berangsur turun dan kasus meninggal tidak bertambah.
Terkait dengan hasil penelitian jenis virus DBD yang menjangkiti warga di Kabupaten Jepara, termasuk jentik nyamuknya, Dinkes Jepara masih menunggu hasil dari pusat.
Baca juga: Kemenkes terjunkan tim peneliti jenis virus nyamuk DBD Jepara
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS dorong daya saing UMKM Witpari Karanganyar lewat produksi modern dan pemasaran digital
08 February 2026 16:03 WIB
BRI Peduli ajak masyarakat bersihkan pantai di Bali, dukung Gerakan Indonesia ASRI
07 February 2026 5:05 WIB
Dinkes Semarang minta puskesmas memberi edukasi masyarakat soal virus Nipah
04 February 2026 8:39 WIB
Solo Safari ajak masyarakat berkomitmen pada konservasi lewat Triwarsa Lestari
02 February 2026 21:49 WIB
Pemprov Jateng catat 45 bencana alam sepanjang Januari 2026 masyarakat waspada
02 February 2026 19:45 WIB
Mahasiswa Geografi UMS inisiasi Program Mengajar Desa untuk dukung peningkatan kualitas pendidikan
02 February 2026 16:56 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB