Addin: Dibutuhkan kader muda NU beridentitas konstruktif
Selasa, 20 Februari 2024 20:38 WIB
Foto bersama pada acara silaturahim pengurus cabang GP Ansor se-Barlingmascakeb di Pondok Pesantren Roudhatut Tholibin, Sirau, Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (20/2/2024). ANTARA/Ist
Semarang (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan (GP) Pemuda Ansor Addin Jauharudin menilai era persaingan global saat ini membutuhkan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) beridentitas konstruktif yang memiliki latar belakang dan karakter jelas agar Indonesia akan semakin tangguh di masa mendatang terutama dalam sektor politik, sosial, dan ekonomi.
Pandangan tersebut disampaikan Addin saat memberikan sambutan pada Silaturahim Pengurus Cabang GP Ansor Se-Barlingmascakeb di Pondok Pesantren Roudhatut Tholibin, Sirau, Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (20/2/2024).
“Kalau soal nilai dasar perjuangan dan pergerakan Ansor seperti membela NKRI sudah tuntas dan jelas. Posisi politik kebangsaan tuntas. Posisi masyarakat pun tuntas dan yang belum tuntas adalah kader ke depan memiliki nilai-nilai identitas kita masing-masing agar jatidiri kuat dan bisa menjadi semakin berkualitas dan tangguh di era kompetitif,” kata Addin.
Ketua Umum GP Ansor yang baru terpilih pada Kongres ke-XVI, Jumat (2/2/2024) ini menilai, ada tiga langkah strategis untuk membangun nilai-nilai identitas kader Ansor yang konstruktif. Pertama, melakukan rekayasa politik (political engineering) yang terukur, kedua, rekayasa sosial (social engineering), dan ketiga rekayasa ekonomi (economic engineering).
Menurutnya kader NU sejak dini bisa menyiapkan berbagai langkah struktur dan terukur agar ke depan agar menjadi lebih taktis dan strategis.
“Bukan hal sulit untuk membuat rekayasa-rekayasa itu, sebab saat ini kader banyak tersebar di sektor yang strategis seperti menjadi kepala desa atau perangkat desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), penyelenggara pemilu, aktivis Karang Taruna, jaringan profesional di berbagai bidang dan jaringan birokrasi di berbagai lembaga pemerintahan,” kata Addin.
Addin optimistis jika kader menguasai sektor-sektor di atas, maka perubahan bidang politik, sosial dan ekonomi akan lebih mudah. Jika ada kader ingin menjadi kepala daerah misalnya, Ansor harus menyiapkan secara matang sejak dini dengan kerja-kerja kolaboratif agar kader tersebut lolos bahkan menjadi yang terbaik ketika mengemban amanah. Perekayasaan (engineering), koneksi antarbatin kader dan jaringan organisasi menjadi hal yang mutlak dilakukan agar perencanaan mencapai tujuan yang diharapkan.
Ketua Umum Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly menyambut baik kehadiran Addin ke wilayah Banyumas dan menilai dengan silaturahim tersebut, maka para kader bisa mendapatkan arahan langsung dari ketua umum terkait program-program yang akan dijalankan di periode 2024-2029.
Pandangan tersebut disampaikan Addin saat memberikan sambutan pada Silaturahim Pengurus Cabang GP Ansor Se-Barlingmascakeb di Pondok Pesantren Roudhatut Tholibin, Sirau, Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (20/2/2024).
“Kalau soal nilai dasar perjuangan dan pergerakan Ansor seperti membela NKRI sudah tuntas dan jelas. Posisi politik kebangsaan tuntas. Posisi masyarakat pun tuntas dan yang belum tuntas adalah kader ke depan memiliki nilai-nilai identitas kita masing-masing agar jatidiri kuat dan bisa menjadi semakin berkualitas dan tangguh di era kompetitif,” kata Addin.
Ketua Umum GP Ansor yang baru terpilih pada Kongres ke-XVI, Jumat (2/2/2024) ini menilai, ada tiga langkah strategis untuk membangun nilai-nilai identitas kader Ansor yang konstruktif. Pertama, melakukan rekayasa politik (political engineering) yang terukur, kedua, rekayasa sosial (social engineering), dan ketiga rekayasa ekonomi (economic engineering).
Menurutnya kader NU sejak dini bisa menyiapkan berbagai langkah struktur dan terukur agar ke depan agar menjadi lebih taktis dan strategis.
“Bukan hal sulit untuk membuat rekayasa-rekayasa itu, sebab saat ini kader banyak tersebar di sektor yang strategis seperti menjadi kepala desa atau perangkat desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), penyelenggara pemilu, aktivis Karang Taruna, jaringan profesional di berbagai bidang dan jaringan birokrasi di berbagai lembaga pemerintahan,” kata Addin.
Addin optimistis jika kader menguasai sektor-sektor di atas, maka perubahan bidang politik, sosial dan ekonomi akan lebih mudah. Jika ada kader ingin menjadi kepala daerah misalnya, Ansor harus menyiapkan secara matang sejak dini dengan kerja-kerja kolaboratif agar kader tersebut lolos bahkan menjadi yang terbaik ketika mengemban amanah. Perekayasaan (engineering), koneksi antarbatin kader dan jaringan organisasi menjadi hal yang mutlak dilakukan agar perencanaan mencapai tujuan yang diharapkan.
Ketua Umum Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah Sholahuddin Aly menyambut baik kehadiran Addin ke wilayah Banyumas dan menilai dengan silaturahim tersebut, maka para kader bisa mendapatkan arahan langsung dari ketua umum terkait program-program yang akan dijalankan di periode 2024-2029.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ulama dari Mesir hadiri Konfercab IPNU Kendal ke-XXIII di Ponpes Darul Amanah
30 November 2025 5:51 WIB
Pengunjuk rasa PWNU DKI dan alumni pesantren kibarkan bendera hijau di gedung Trans7
15 October 2025 10:44 WIB
Terpopuler - Umum
PDIP Surakarta terlibat pada penghijauan di daerah lewat gerakan tanam pohon
15 February 2026 16:49 WIB
Lihat Juga
PDIP Surakarta terlibat pada penghijauan di daerah lewat gerakan tanam pohon
15 February 2026 16:49 WIB
UMS Menyapa dan Tarhib Ramadan 1447 H perkuat silaturahmi dengan warga sekitar kampus
15 February 2026 14:28 WIB
Program Satu OPD Satu Desa Dampingan Pemprov Jateng dinilai berdampak nyata
15 February 2026 13:08 WIB
Dana desa kena efisiensi, Sumanto minta kades terapkan skala prioritas pembangunan
15 February 2026 12:38 WIB