Ada lomba TPS unik di Semarang
Senin, 12 Februari 2024 7:24 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat simulasi pemungutan suara. (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang menggelar lomba tempat pemungutan suara (TPS) unik sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum 2024.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu, mengatakan bahwa masing-masing TPS akan dinilai sesuai dengan kreativitas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
"Ada lombanya. Bisa TPS terbaik atau TPS terunik, agar partisipasinya banyak, dapat apresiasi," kata Ita, sapaan akrab Hevearita.
Menurut dia, lomba tersebut juga sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahwa masyarakat harus menggunakan hak suara atau hak pilihnya pada pemilu.
Dalam arahan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana berharap partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 mencapai angka 80 persen.
"Kalau pemilihan presiden di Kota Semarang pada 2019 bisa sampai 70 persen lebih, hampir mendekati angka 80 persen," katanya.
Melihat pengalaman pemilu sebelumnya, ia optimistis harapan pemerintah mengenai tingkat partisipasi pemilih bisa tercapai pada pemilu tahun ini.
Ia mengatakan kreativitas sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar berbondong-bondong ke bilik suara, misalnya mendesain TPS dengan konsep yang unik.
Ita mencontohkan ketika Pemilu 2019 terdapat satu di antara TPS di Kota Semarang yang mengangkat tema horor, dengan seluruh petugas KPPS mengenakan pakaian yang identik dengan hantu.
"Waktu Pilpres 2019, di TPS Bergota panitianya pakai kostum hantu-hantu. Monggo di setiap TPS bisa lakukan," katanya.
Orang nomor satu di Kota Semarang itu membebaskan kreativitas masing-masing KPPS dalam mengkreasi TPS-nya untuk menarik pemilih agar menggunakan hak pilihnya dan memeriahkan pesta demokrasi lima tahunan.
"Karena untuk menentukan pemimpin, masyarakat punya hak pilih. Maka bagaimana caranya partisipasi masyarakat harus lebih dari tahun lalu," ujarnya.
Pada penyelenggaraan lomba tersebut, Pemkot menggandeng Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang dalam penilaian dan publikasi TPS unik.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu, mengatakan bahwa masing-masing TPS akan dinilai sesuai dengan kreativitas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
"Ada lombanya. Bisa TPS terbaik atau TPS terunik, agar partisipasinya banyak, dapat apresiasi," kata Ita, sapaan akrab Hevearita.
Menurut dia, lomba tersebut juga sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahwa masyarakat harus menggunakan hak suara atau hak pilihnya pada pemilu.
Dalam arahan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana berharap partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 mencapai angka 80 persen.
"Kalau pemilihan presiden di Kota Semarang pada 2019 bisa sampai 70 persen lebih, hampir mendekati angka 80 persen," katanya.
Melihat pengalaman pemilu sebelumnya, ia optimistis harapan pemerintah mengenai tingkat partisipasi pemilih bisa tercapai pada pemilu tahun ini.
Ia mengatakan kreativitas sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar berbondong-bondong ke bilik suara, misalnya mendesain TPS dengan konsep yang unik.
Ita mencontohkan ketika Pemilu 2019 terdapat satu di antara TPS di Kota Semarang yang mengangkat tema horor, dengan seluruh petugas KPPS mengenakan pakaian yang identik dengan hantu.
"Waktu Pilpres 2019, di TPS Bergota panitianya pakai kostum hantu-hantu. Monggo di setiap TPS bisa lakukan," katanya.
Orang nomor satu di Kota Semarang itu membebaskan kreativitas masing-masing KPPS dalam mengkreasi TPS-nya untuk menarik pemilih agar menggunakan hak pilihnya dan memeriahkan pesta demokrasi lima tahunan.
"Karena untuk menentukan pemimpin, masyarakat punya hak pilih. Maka bagaimana caranya partisipasi masyarakat harus lebih dari tahun lalu," ujarnya.
Pada penyelenggaraan lomba tersebut, Pemkot menggandeng Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang dalam penilaian dan publikasi TPS unik.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tanamkan toleransi sejak dini 11 TK Temanggung lakukan kunjungan ke empat tempat ibadah
04 March 2026 13:57 WIB
Komunitas budaya asal Jepang kunjungi sejumlah tempat bersejarah di Solo Raya
22 February 2026 10:22 WIB
Pemkab Batang pastikan perketat pengawasan tempat hiburan selama Ramadhan
18 February 2026 19:22 WIB
KAI Purwokerto siapkan 50.995 tempat duduk antisipasi lonjakan penumpang saat libur Imlek
12 February 2026 13:50 WIB
Diduga digunakan untuk pesta waria tempat hiburan malam di Pekanbaru disegel
05 February 2026 9:08 WIB
Terpopuler - Unik
Lihat Juga
Program ketahanan pangan isi sebagian kebutuhan dapur Lembaga Pemasyarakatan Semarang
25 January 2026 20:17 WIB
Dinkes: 658 orang di Kabupaten Grobogan diduga terdampak keracunan MBG di sejumlah sekolah
11 January 2026 20:48 WIB
Gubernur Jateng: Kenaikan harga komoditas di pasar menjelang Natal masih wajar
08 December 2025 21:19 WIB
Kwarcab Banyumas catatkan rekor MURI melalui pelantikan Pramuka Garuda Cinta Bangga Paham Rupiah
24 November 2025 13:30 WIB