Pemkot Surakarta kejar target minimum capaian imunisasi polio
Selasa, 23 Januari 2024 8:33 WIB
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Surakarta Setyowati bertemu dengan wartawan di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng) mengejar target minimum capaian imunisasi polio yang saat ini baru mencapai 92,9 persen.
"Kalau sasarannya kan 50.115 anak," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Surakarta Setyowati di Solo, Senin.
Ia mengatakan target tersebut diharapkan bisa tercapai lima hari ke depan seiring dengan tahapan sweeping yang saat ini masih dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surakarta. "Mudah-mudahan tercapai 95 persen," katanya.
Ia mengatakan bisa jadi anak yang belum mengikuti imunisasi pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pada tanggal 15-20 Januari 2024, karena masih menderita sakit atau sedang berada di luar kota.
"Mungkin kemarin dia masih sakit, mungkin batuk pilek, panas, jadi agak khawatir. Sebetulnya nggak apa-apa. Bisa juga pas pergi, ke luar kota dan nggak mau vaksin di kota itu," katanya.
Ia mengatakan bagi yang belum diimunisasi agar orang tua sasaran imunisasi bisa mengantarkan anaknya ke puskesmas terdekat.
"Bisa datang ke puskesmas atau nanti masyarakat yang didatangi oleh petugas dari puskesmas," katanya.
Ia memastikan tidak ada penolakan imunisasi oleh masyarakat Kota Surakarta.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa memastikan tidak ada penolakan imunisasi polio dari masyarakat seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.
"Solo nggak ada masalah. Itu kan demi kesehatan anak-anak Indonesia," katanya.
Ia mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Harusnya kepala daerah bisa menyadarkan masyarakatnya bahwa ini penting. Walaupun di daerah itu tidak ada kasus, nanti ada kasus baru teriak-teriak," katanya.
Baca juga: Seribu warga Karanganyar tolak imunisasi polio, ini lamgkah pemda
"Kalau sasarannya kan 50.115 anak," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Surakarta Setyowati di Solo, Senin.
Ia mengatakan target tersebut diharapkan bisa tercapai lima hari ke depan seiring dengan tahapan sweeping yang saat ini masih dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surakarta. "Mudah-mudahan tercapai 95 persen," katanya.
Ia mengatakan bisa jadi anak yang belum mengikuti imunisasi pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) pada tanggal 15-20 Januari 2024, karena masih menderita sakit atau sedang berada di luar kota.
"Mungkin kemarin dia masih sakit, mungkin batuk pilek, panas, jadi agak khawatir. Sebetulnya nggak apa-apa. Bisa juga pas pergi, ke luar kota dan nggak mau vaksin di kota itu," katanya.
Ia mengatakan bagi yang belum diimunisasi agar orang tua sasaran imunisasi bisa mengantarkan anaknya ke puskesmas terdekat.
"Bisa datang ke puskesmas atau nanti masyarakat yang didatangi oleh petugas dari puskesmas," katanya.
Ia memastikan tidak ada penolakan imunisasi oleh masyarakat Kota Surakarta.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa memastikan tidak ada penolakan imunisasi polio dari masyarakat seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.
"Solo nggak ada masalah. Itu kan demi kesehatan anak-anak Indonesia," katanya.
Ia mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Harusnya kepala daerah bisa menyadarkan masyarakatnya bahwa ini penting. Walaupun di daerah itu tidak ada kasus, nanti ada kasus baru teriak-teriak," katanya.
Baca juga: Seribu warga Karanganyar tolak imunisasi polio, ini lamgkah pemda
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Surakarta kembali buka proses seleksi calon pimpinan BLUD Kawasan Wisata Balekambang
08 January 2026 16:54 WIB
Undip-Poltekkes Surakarta-Thailand kembangkan telapak kaki palsu Indonesia
30 December 2025 21:42 WIB
Kolaborasi Dikdasmen dan FAI UMS, guru ISMUBA Surakarta didorong melek teknologi
27 December 2025 16:32 WIB
Donasi kebencanaan di Aceh dan Sumatera lewat Baznas Surakarta capai Rp531 juta
24 December 2025 19:21 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
FK UMS gelar diskusi penyakit kusta ajak masyarakat ubah stigma menuju empati
27 January 2026 9:50 WIB
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB