Karanganyar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah hingga saat ini masih melakukan pendekatan pada sekitar 1.000 penolak imunisasi polio.

"Kami terus berupaya untuk edukasi dan ini masih dilakukan sweeping juga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Purwati di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin.

Ia mengatakan warga yang menolak imunisasi tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Karanganyar. Meski demikian, terbanyak ada di Kecamatan Tawangmangu yang mencapai 300 orang dan Kecamatan Karangpandan sekitar 200 warga.

Meski demikian, pihaknya belum memetakan apakah para penolak tersebut seluruhnya merupakan warga Kabupaten Karanganyar atau juga dari luar kota.

"Belum saya mapping, ini baru saya tanyakan. Apakah ada yang dari luar daerah saya belum tanya. Yang pasti mereka ini yang jadi sasaran imunisasi di Karanganyar," katanya.

Sesuai dengan aturan, dikatakannya, para penolak ini diwajibkan membuat surat pernyataan bahwa yang bersangkutan menolak menerima imunisasi polio.

Sementara itu, dikatakannya, total sasaran imunisasi polio di Kabupaten Karanganyar berdasarkan data di setiap puskesmas sebanyak 95.824 anak. Sedangkan jika dari pusat data dan informasi (Pusdatin) jumlah sasaran imunisasi polio sekitar 98.200 orang anak.

"Saya perintahkan puskesmas yang capaiannya belum 95 persen harus sweeping karena target kementerian harus 95 persen," katanya.

Ia menargetkan tahapan tersebut bisa selesai dalam minggu ini.

"Dalam hal ini kami juga melakukan kunjungan door to door. Jadi kami masih berupaya," katanya.
 

Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024