BPJS Ketenagakerjaan jamin pekerja kecelakaan kerja sampai sembuh
Selasa, 28 November 2023 14:05 WIB
Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY Cahyaning Indriasari. ANTARA/HO-BPJS Ketenagakerjaan
Semarang (ANTARA) - BPJS Ketenagakerjaan memastikan menjamin pekerja peserta program yang mengalami kecelakaan kerja dengan menanggung biaya perawatan dan pengobatan sampai bisa bekerja kembali berapa pun biayanya sesuai indikasi medis.
"Selama menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan, di rumah sakit pemerintah ditempatkan di kelas 1, sedangkan rumah sakit swasta kelas 2 atau kelas 3. Untuk di rumah sakit swasta biasanya sudah disiapkan ruang khusus yang telah disiapkan. Jangan khawatir meskipun kelas 2 di rumah sakit swasta, sudah bagus," kata Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY Cahyaning Indriasari, di Semarang, Selasa (28/11).
Naning, panggilan akrab Cahyaning Indriasari menjelaskan selama menjalani pengobatan seperti biaya obat, rawat inap, laboratorium, cek up, dan lainnya seluruhnya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan, tidak ada selisih biaya.
Ada juga santunan tidak mampu bekerja, misalnya ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan tidak lagi mampu bekerja, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan pengganti penghasilannya minimal enam bulan pertama 100 persen dari upah.
"Enam bulan kedua juga 100 persen dan seterusnya 50 persen sampai dinyatakan sembuh, cacat, atau meninggal dunia," kata Naning.
Naning mencontohkan ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan mengakibatkan meninggal dunia, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan 48 kali gaji.
"Misalnya gajinya Rp2 juta kali 48, maka Rp96 juta santunan yang akan diterimakan. Ada santunan berkala ditambahkan Rp12 juta dan Rp10 juta biaya pemakaman, kemudian untuk putra putrinya dua orang akan diberikan beasiswa sampai perguruan tinggi," katanya.
Beasiswa untuk dua anak tersebut yakni TK, SD sebesar Rp 1,5 juta per tahun; SMP Rp2 juta; dan SMA Rp3 juta; dan perguruan tinggi Rp12 juta atau totalnya Rp174 juta untuk dua orang.
"Itu kalau pekerja meninggal akibat kecelakaan kerja. Selain itu ada juga penggantian seperti kaca mata, alat bantu dengar jika dibutuhkan akibat kecelakaan kerja dan alami kerusakan fungsi, maka akan diganti oleh BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Untuk pekerja yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja seperti cacat fungsi, cacat total tetap, lanjut Naning, juga ada santunan yakni 56 kali gaji plus beasiswa untuk dua orang anak.
"Jika perlu alat bantu kaki palsu atau tangan palsu, ini juga akan diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan bagus," kata Naning.
Seluruh jaminan sosial ketenagakerjaan itu, tambah Naning, disiapkan oleh negara sehingga disayangkan jika ada pekerja yang tidak terlindungi atau belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Selama menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan, di rumah sakit pemerintah ditempatkan di kelas 1, sedangkan rumah sakit swasta kelas 2 atau kelas 3. Untuk di rumah sakit swasta biasanya sudah disiapkan ruang khusus yang telah disiapkan. Jangan khawatir meskipun kelas 2 di rumah sakit swasta, sudah bagus," kata Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY Cahyaning Indriasari, di Semarang, Selasa (28/11).
Naning, panggilan akrab Cahyaning Indriasari menjelaskan selama menjalani pengobatan seperti biaya obat, rawat inap, laboratorium, cek up, dan lainnya seluruhnya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan, tidak ada selisih biaya.
Ada juga santunan tidak mampu bekerja, misalnya ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan tidak lagi mampu bekerja, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan pengganti penghasilannya minimal enam bulan pertama 100 persen dari upah.
"Enam bulan kedua juga 100 persen dan seterusnya 50 persen sampai dinyatakan sembuh, cacat, atau meninggal dunia," kata Naning.
Naning mencontohkan ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan mengakibatkan meninggal dunia, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan 48 kali gaji.
"Misalnya gajinya Rp2 juta kali 48, maka Rp96 juta santunan yang akan diterimakan. Ada santunan berkala ditambahkan Rp12 juta dan Rp10 juta biaya pemakaman, kemudian untuk putra putrinya dua orang akan diberikan beasiswa sampai perguruan tinggi," katanya.
Beasiswa untuk dua anak tersebut yakni TK, SD sebesar Rp 1,5 juta per tahun; SMP Rp2 juta; dan SMA Rp3 juta; dan perguruan tinggi Rp12 juta atau totalnya Rp174 juta untuk dua orang.
"Itu kalau pekerja meninggal akibat kecelakaan kerja. Selain itu ada juga penggantian seperti kaca mata, alat bantu dengar jika dibutuhkan akibat kecelakaan kerja dan alami kerusakan fungsi, maka akan diganti oleh BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Untuk pekerja yang mengalami cacat akibat kecelakaan kerja seperti cacat fungsi, cacat total tetap, lanjut Naning, juga ada santunan yakni 56 kali gaji plus beasiswa untuk dua orang anak.
"Jika perlu alat bantu kaki palsu atau tangan palsu, ini juga akan diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan bagus," kata Naning.
Seluruh jaminan sosial ketenagakerjaan itu, tambah Naning, disiapkan oleh negara sehingga disayangkan jika ada pekerja yang tidak terlindungi atau belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Pewarta : Nur Istibsaroh
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit sosialisasikan manfaat program ke nelayan Demak
13 February 2026 17:08 WIB
Disnakertrans Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat sinergi, serahkan santunan ke ahli waris pekerja
12 February 2026 18:38 WIB
BPJS Ketenagakerjaan serahkan klaim JKM ke ahli waris marbot dan pengurus masjid
12 February 2026 18:11 WIB
Sinergi BPJS Ketenagakerjaan bersama DMI lindungi penggiat masjid dan musala
11 February 2026 23:15 WIB
BPJS Ketenagakerjaan dorong kepesertaan pekerja jasa konstruksi di Wonogiri
05 February 2026 15:06 WIB
Pemerintah beri diskon 50 persen untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan sektor transportasi
31 January 2026 16:58 WIB
BPJS Ketenagakerjaan - Dinsos Jateng perkuat perlindungan bagi pekerja rentan
28 January 2026 22:39 WIB
Wabup Banyumas: BPJS Ketenagakerjaan berikan perlindungan nyata bagi pekerja informal
28 January 2026 16:46 WIB
Terpopuler - Tenaga Kerja
Lihat Juga
BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit sosialisasikan manfaat program ke nelayan Demak
13 February 2026 17:08 WIB
Disnakertrans Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat sinergi, serahkan santunan ke ahli waris pekerja
12 February 2026 18:38 WIB
BPJS Ketenagakerjaan serahkan klaim JKM ke ahli waris marbot dan pengurus masjid
12 February 2026 18:11 WIB
Sinergi BPJS Ketenagakerjaan bersama DMI lindungi penggiat masjid dan musala
11 February 2026 23:15 WIB
PT Semen Gresik gelar safety challenge dalam rangka Bulan K3 Nasional 2026
11 February 2026 13:24 WIB
Pemkab Batang - PLTU tingkatkan kemampuan teknis nelayan perbaiki mesin kapal
10 February 2026 8:04 WIB
BPJS Ketenagakerjaan - Dinsos Jateng perkuat perlindungan bagi pekerja rentan
28 January 2026 22:39 WIB
Wabup Banyumas: BPJS Ketenagakerjaan berikan perlindungan nyata bagi pekerja informal
28 January 2026 16:46 WIB