MA Qudsiyyah Kudus luncurkan naskah teater berbahasa pegon
Senin, 23 Oktober 2023 19:22 WIB
Teater Jangkar Bumi Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah menerbitkan naskah berjudul Titik atau Koma yang bertuliskan Bahasa Arab pegon pada babak seleksi Festival Teater Pelajar Djarum XIII bertepatan dengan Hari Santri Nasional (23/10/2023). Dok. MA Qudsiyyah
Semarang (ANTARA) - Teater Jangkar Bumi Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah menerbitkan naskah berjudul Titik atau Koma yang bertuliskan pegon, tulisan Arab yang tidak diberi tanda bunyi, pada babak seleksi Festival Teater Pelajar Djarum XIII bertepatan dengan Hari Santri Nasional (23/10/2023).
Pementasan ini bertempat di Gedung MWC NU Kaliwungu Kudus. Teater Jangkar Bumi Qudsiyyah merupakan sarana pendidikan dan pelatihan pengembangan minat dan bakat bagi santri Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah Kudus.
Pembina Teater Jangkar Bumi MA Qudsiyyah Kudus H. Noor Kholis mengatakan naskah pegon ini sebagai ciri khas teater santri khususnya di MA Qudsiyyah.
“Naskah ini menjadi cikal bakal dalam berteater di MA Qudsiyyah Kudus sehingga dalam berteater tidak meninggalkan kesantriannya. Hal Ini sekaligus sebagai hadiah dari Teater Jangkar Bumi Qudsiyyah di Hari Santri Nasional 2023”. Ungkap beliau dalam pembukaan pentas.
Perwakilan dari Teater Djarum dan pengamat kesenian teater di Nusantara, Asa Jatmiko, menuturkan bahwa naskah yang dibuat dalam bentuk tulisan Pegon belum ada dan bahkan di seluruh Indonesia belum menjumpai dan baru ini satu-satunya naskah yang ada di Teater Jangkar Bumi.
“Saya senang sekali karena ini dapat menjadi inspirasi teman-teman yang lain misalnya di UIN dan IAIN. Mengapa mereka tidak melakukannya malah dilakukan oleh teman-teman santri sekelas MA. Padahal ini dapat menunjukkan bahwa kearifan lokal bisa diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab (pegon) sehingga bisa meluas aksesnya, terutama institusi-institusi di bawah Kemenag untuk bisa mengembangkan ini," tuturnya.
Naskah teater bertuliskan pegon ini digagas oleh Nur Kholis yang sekaligus sutradara dalam pementasan kali ini. Ia mengatakan bahwa dengan naskah pegon itu dapat menjadikan Teater Jangkar Bumi MA Qudsiyyah sebagai pionir teater santri.
"Teater Jangkar Bumi bukan hanya melakukan sebuah pentas. Akan tetapi, menjadi media dakwah untuk diri sendiri dan bahkan banyak orang sesuai dengan tagline nya Dengan Teater Dakwah Lebih Berkarakter. Kita juga berharap dengan teater bisa menyentuh manusia untuk kembali benar-benar menjadi manusia," hara Noko Mores, sapaan akrabnya. ***
Pementasan ini bertempat di Gedung MWC NU Kaliwungu Kudus. Teater Jangkar Bumi Qudsiyyah merupakan sarana pendidikan dan pelatihan pengembangan minat dan bakat bagi santri Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah Kudus.
Pembina Teater Jangkar Bumi MA Qudsiyyah Kudus H. Noor Kholis mengatakan naskah pegon ini sebagai ciri khas teater santri khususnya di MA Qudsiyyah.
“Naskah ini menjadi cikal bakal dalam berteater di MA Qudsiyyah Kudus sehingga dalam berteater tidak meninggalkan kesantriannya. Hal Ini sekaligus sebagai hadiah dari Teater Jangkar Bumi Qudsiyyah di Hari Santri Nasional 2023”. Ungkap beliau dalam pembukaan pentas.
Perwakilan dari Teater Djarum dan pengamat kesenian teater di Nusantara, Asa Jatmiko, menuturkan bahwa naskah yang dibuat dalam bentuk tulisan Pegon belum ada dan bahkan di seluruh Indonesia belum menjumpai dan baru ini satu-satunya naskah yang ada di Teater Jangkar Bumi.
“Saya senang sekali karena ini dapat menjadi inspirasi teman-teman yang lain misalnya di UIN dan IAIN. Mengapa mereka tidak melakukannya malah dilakukan oleh teman-teman santri sekelas MA. Padahal ini dapat menunjukkan bahwa kearifan lokal bisa diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab (pegon) sehingga bisa meluas aksesnya, terutama institusi-institusi di bawah Kemenag untuk bisa mengembangkan ini," tuturnya.
Naskah teater bertuliskan pegon ini digagas oleh Nur Kholis yang sekaligus sutradara dalam pementasan kali ini. Ia mengatakan bahwa dengan naskah pegon itu dapat menjadikan Teater Jangkar Bumi MA Qudsiyyah sebagai pionir teater santri.
"Teater Jangkar Bumi bukan hanya melakukan sebuah pentas. Akan tetapi, menjadi media dakwah untuk diri sendiri dan bahkan banyak orang sesuai dengan tagline nya Dengan Teater Dakwah Lebih Berkarakter. Kita juga berharap dengan teater bisa menyentuh manusia untuk kembali benar-benar menjadi manusia," hara Noko Mores, sapaan akrabnya. ***
Pewarta : ksm/Nur Istibsaroh
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus menggelar apel kegawatdaruratan antisipasi kejadian luar biasa
12 February 2026 14:53 WIB
Polisi gelar lomba mobile legends tingkat pelajar untuk wadahi bakat terpendam siswa
12 February 2026 14:32 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo terapkan praktek pembuatan biopori di MI Ma'arif Serangsari
13 February 2026 8:48 WIB
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
SMA Baitul Quran Subang kunjungi UIN Walisongo, kagumi konsep Unity of Science
12 February 2026 16:15 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB
UMS siap akselerasi transformasi perguruan tinggi berdampak berkelanjutan
11 February 2026 18:15 WIB
LLDIKTI VI dorong pendidikan tinggi Jawa Tengah yang adaptif dan berdampak
11 February 2026 16:47 WIB