Menkeu: Pemilu berdampak baik ke APBN asal tak ada pecah belah
Senin, 23 Oktober 2023 16:37 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat memberi kuliah umum di Undip Semarang, Senin (23/10/2023). ANTARA/I.C. Senjaya
Semarang (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Pemilu 2024 akan berdampak baik terhadap APBN asal tidak terjadi pecah belah dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.
"Akan berdampak positif terhadap APBN asal keamanan dan kesatuan terjaga," kata Sri Mulyani saat memberi kuliah umum di Undip Semarang, Senin.
Menurut dia, alokasi anggaran untuk pelaksanaan Pemilu 2024 mencapai Rp70 triliun.
Jumlah tersebut, kata dia lagi, masih akan ditambah Rp17 triliun lagi jika pemungutan suara harus dilakukan hingga dua putaran.
Gelaran Pemilu 2024, ujar dia pula, menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi melalui optimalisasi fungsi APBN, di samping pengaruh eskalasi geopolitik yang terus meningkat.
APBN 2024 ditetapkan sebesar Rp2.802 triliun, dengan alokasi belanja sebesar Rp3.325 triliun.
Dengan defisit sekitar 2,29 persen, kata dia, APBN didesain untuk menghadapi suasana yang berubah-ubah.
"Kita sering tidak merasakan guncangan yang terjadi, karena kerja luar biasa APBN dalam menjaga perekonomian tetap stabil," katanya.
Oleh karena itu, ia berpesan kepada mahasiswa untuk memahami bahwa APBN merupakan instrumen yang tujuannya untuk menjaga perekonomian Indonesia.
Baca juga: Menkeu: APBN bekerja luar biasa jaga stabilitas ekonomi
"Akan berdampak positif terhadap APBN asal keamanan dan kesatuan terjaga," kata Sri Mulyani saat memberi kuliah umum di Undip Semarang, Senin.
Menurut dia, alokasi anggaran untuk pelaksanaan Pemilu 2024 mencapai Rp70 triliun.
Jumlah tersebut, kata dia lagi, masih akan ditambah Rp17 triliun lagi jika pemungutan suara harus dilakukan hingga dua putaran.
Gelaran Pemilu 2024, ujar dia pula, menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi melalui optimalisasi fungsi APBN, di samping pengaruh eskalasi geopolitik yang terus meningkat.
APBN 2024 ditetapkan sebesar Rp2.802 triliun, dengan alokasi belanja sebesar Rp3.325 triliun.
Dengan defisit sekitar 2,29 persen, kata dia, APBN didesain untuk menghadapi suasana yang berubah-ubah.
"Kita sering tidak merasakan guncangan yang terjadi, karena kerja luar biasa APBN dalam menjaga perekonomian tetap stabil," katanya.
Oleh karena itu, ia berpesan kepada mahasiswa untuk memahami bahwa APBN merupakan instrumen yang tujuannya untuk menjaga perekonomian Indonesia.
Baca juga: Menkeu: APBN bekerja luar biasa jaga stabilitas ekonomi
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prospect Institute bahas tren sustainability communicationpada kuliah umum FISIP UNS
18 April 2026 16:08 WIB
Dosen FHIP UMS kupas politik hukum lingkungan saat kuliah umum di UM.KOE Kupang
11 April 2026 17:02 WIB
Operasional dapur umum Pemkot Pekalongan disesuaikan status kedaruratan bencana
10 February 2026 10:14 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
PLN dukung program bantuan pasang baru listrik untuk 1.000 keluarga tidak mampu di Jawa Tengah
18 jam lalu
Pemkab Batang terima 3.377 pengajuan perizinan selama triwulan I 2026 melalui MPP
13 May 2026 21:28 WIB
Legislator: Pertumbuhan ekonomi Jateng harus berdampak ke kesejahteraan masyarakat
13 May 2026 19:45 WIB
KAI Purwokerto tambah kapasitas kereta 1450 tempat duduk pada libur panjang akhir pekan
13 May 2026 19:39 WIB