Tim PPK Ormawa Carya Bhuana Unsoed kenalkan sistem hidroponik DFT dan aquaponik
Minggu, 1 Oktober 2023 13:13 WIB
Tim PPK Ormawa Carya Bhuana Unsoed memperkenalkan metode aquaponik yang menggabungkan budi daya ikan dengan pertanian hidroponik kepada KWT Seruni Indah, Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. ANTARA/HO-Unsoed
Purwokerto (ANTARA) - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam (MPPA) Carya Bhuana Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto memperkenalkan metode pertanian modern berupa hidroponik Deep Flow Technique (DFT) dan Aquaponik kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni Indah di Desa Papringan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Pengenalan metode pertanian modern tersebut dilakukan setelah Tim PPK Ormawa Carya Bhuana mendampingi KWT Seruni Indah dalam pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik dan memanfaatkan untuk budi daya sayuran dan buah.
Dalam sistem hidroponik DFT dan aquaponik tersebut dilakukan pemanfaatan ikan lele sebagai bagian dari sistem pertanian yang terintegrasi.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Papringan dan memberdayakan KWT Seruni Indah dalam mengelola lahan marginal yang sebelumnya sulit untuk dijadikan lahan produktif.
"Kami ingin menghadirkan teknologi modern dalam pertanian ke Desa Papringan. Dengan metode hidroponik DFT dan Aquaponik, kami berharap KWT Seruni Indah dapat menghasilkan tanaman yang lebih berkualitas dengan efisiensi air yang lebih tinggi, terlebih dengan musim kemarau yang agak panjang saat ini," kata Ketua Tim PPK Ormawa Carya Bhuana Bambang Raino Zaenab.
Menurut dia, tim beranggotakan Rainy Giftamarini, Gian Jati Mada, Guyup Astuti, Hafif Luqman Hakim, Kevin Zaki Prabowo, Mahendra Alfiqih, Muhammad Arfian Praniza, Muhammad Iqbal, M Syarif Hidayatuloh, Naufal Ihsandifa Lestyaputra, Rani Alja Putri, Rizal Trianto, Salsa Shahra Shahita, dan Saofi Amalia.
Dosen pembimbing, Ni Wayan Anik Leana, S.P., M.P. mengharapkan program yang dilaksanakan Tim PPK Ormawa Carya Bhuana dapat memberikan dampak yang positif bagi anggota KWT Seruni Indah.
Baca juga: Mahasiswa Unsoed manfaatkan limbah tempe jadi lilin aromaterapi atasi hipertensi
Sementara salah seorang anggota Tim PPK Ormawa Carya Bhuana, Rainy Giftamarini menjelaskan kelebihan yang dimiliki sistem hidroponik DFT.
"Kelebihan sistem DFT adalah adanya genangan air. Jadi saat listrik mati, anggota KWT tidak perlu khawatir tanaman akan layu karena tidak mendapat air nutrisi," jelasnya.
Terkait dengan aquaponik, dia mengatakan hal itu merupakan metode yang menggabungkan budi daya ikan dengan pertanian hidroponik, di mana air yang digunakan untuk budi daya ikan mengandung nutrisi dari kotoran ikan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman dan menciptakan siklus yang berkelanjutan.
Anggota tim lainnya, Mahendra Alfiqih mengharapkan program pertanian modern tersebut akan memberikan dampak positif bagi anggota KWT Seruni Indah.
"Semoga hasil kegiatan pertanian terintegrasi ini bisa memberikan sumber pangan sehat bagi keluarga dan meningkatkan perekonomian KWT. Kami berkomitmen untuk terus mendukung mereka dalam mengembangkan pertanian modern ini," ungkapnya.
Ketua KWT Seruni Indah Nani mengatakan pihaknya sangat antusias menerima pendampingan ini. "Kami sangat senang dengan pengenalan teknologi hidroponik dan aquaponik ini. Awalnya kami kira susah melakukan budi daya hidroponik, setelah didampingi adik-adik dari Unsoed ternyata cukup mudah," tegasnya.
Baca juga: Mahasiswa Unsoed bikin detergen cair dari surfaktan biji ketapang-ekstrak daun pala
Baca juga: Tim PPK Ormawa UKT Unsoed dampingi pengolahan produk makanan berbahan kopi dan kapulaga
Pengenalan metode pertanian modern tersebut dilakukan setelah Tim PPK Ormawa Carya Bhuana mendampingi KWT Seruni Indah dalam pengelolaan limbah ternak menjadi pupuk organik dan memanfaatkan untuk budi daya sayuran dan buah.
Dalam sistem hidroponik DFT dan aquaponik tersebut dilakukan pemanfaatan ikan lele sebagai bagian dari sistem pertanian yang terintegrasi.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Papringan dan memberdayakan KWT Seruni Indah dalam mengelola lahan marginal yang sebelumnya sulit untuk dijadikan lahan produktif.
"Kami ingin menghadirkan teknologi modern dalam pertanian ke Desa Papringan. Dengan metode hidroponik DFT dan Aquaponik, kami berharap KWT Seruni Indah dapat menghasilkan tanaman yang lebih berkualitas dengan efisiensi air yang lebih tinggi, terlebih dengan musim kemarau yang agak panjang saat ini," kata Ketua Tim PPK Ormawa Carya Bhuana Bambang Raino Zaenab.
Menurut dia, tim beranggotakan Rainy Giftamarini, Gian Jati Mada, Guyup Astuti, Hafif Luqman Hakim, Kevin Zaki Prabowo, Mahendra Alfiqih, Muhammad Arfian Praniza, Muhammad Iqbal, M Syarif Hidayatuloh, Naufal Ihsandifa Lestyaputra, Rani Alja Putri, Rizal Trianto, Salsa Shahra Shahita, dan Saofi Amalia.
Dosen pembimbing, Ni Wayan Anik Leana, S.P., M.P. mengharapkan program yang dilaksanakan Tim PPK Ormawa Carya Bhuana dapat memberikan dampak yang positif bagi anggota KWT Seruni Indah.
Baca juga: Mahasiswa Unsoed manfaatkan limbah tempe jadi lilin aromaterapi atasi hipertensi
Sementara salah seorang anggota Tim PPK Ormawa Carya Bhuana, Rainy Giftamarini menjelaskan kelebihan yang dimiliki sistem hidroponik DFT.
"Kelebihan sistem DFT adalah adanya genangan air. Jadi saat listrik mati, anggota KWT tidak perlu khawatir tanaman akan layu karena tidak mendapat air nutrisi," jelasnya.
Terkait dengan aquaponik, dia mengatakan hal itu merupakan metode yang menggabungkan budi daya ikan dengan pertanian hidroponik, di mana air yang digunakan untuk budi daya ikan mengandung nutrisi dari kotoran ikan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman dan menciptakan siklus yang berkelanjutan.
Anggota tim lainnya, Mahendra Alfiqih mengharapkan program pertanian modern tersebut akan memberikan dampak positif bagi anggota KWT Seruni Indah.
"Semoga hasil kegiatan pertanian terintegrasi ini bisa memberikan sumber pangan sehat bagi keluarga dan meningkatkan perekonomian KWT. Kami berkomitmen untuk terus mendukung mereka dalam mengembangkan pertanian modern ini," ungkapnya.
Ketua KWT Seruni Indah Nani mengatakan pihaknya sangat antusias menerima pendampingan ini. "Kami sangat senang dengan pengenalan teknologi hidroponik dan aquaponik ini. Awalnya kami kira susah melakukan budi daya hidroponik, setelah didampingi adik-adik dari Unsoed ternyata cukup mudah," tegasnya.
Baca juga: Mahasiswa Unsoed bikin detergen cair dari surfaktan biji ketapang-ekstrak daun pala
Baca juga: Tim PPK Ormawa UKT Unsoed dampingi pengolahan produk makanan berbahan kopi dan kapulaga
Pewarta : KSM
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Milad ke-44 FEB UMS resmikan gedung baru, apresiasi dosen dan ormawa inspiratif
23 December 2025 19:49 WIB
HMP PGSD UMS raih juara 2 Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 melalui Terobosan 6 Pojok pada Desa Cerdas
12 December 2025 13:08 WIB
Mahasiswa Unsoed dampingi petani Serang olah kohe jadi pupuk ramah lingkungan
02 October 2025 6:02 WIB
UKM Klinik Tani Faperta Unsoed raih dana PPK Ormawa untuk pemberdayaan petani Desa Serang
24 July 2025 15:08 WIB
Tim UKMPR Unsoed latih warga Muntang manfaatkan pekarangan untuk ketahanan pangan
21 July 2025 9:47 WIB
UKMPR Unsoed luncurkan program "Sekolah Perempuan" di Desa Muntang Purbalingga
16 July 2025 13:44 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
FSRD ISI Solo kunjungi Museum Manusia Purba Sangiran buka peluang kolaborasi
27 January 2026 14:26 WIB
Mahasiswa KKN-Dik UMS sukses dukung milad ke-25 SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro
27 January 2026 13:00 WIB
Mahasiswa TRKP SV Undip jalani magang industri di PT KTU Shipyard Tanjung Riau Batam
26 January 2026 16:16 WIB
Humas UMS dampingi SD Muhammadiyah Palur kelola konten digital perkuat branding sekolah
25 January 2026 18:29 WIB
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB