Pemkab Purbalingga jaga ketahanan pangan antisipasi dampak kekeringan
Jumat, 4 Agustus 2023 8:58 WIB
Ilustrasi - Warga membeli beras yang dijual dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga, Senin (26/6/2023). ANTARA/HO-Dinkominfo Purbalingga
Purbalingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) setempat terus berupaya menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan El Nino pada musim kemarau 2023.
Kepala DKPP Kabupaten Purbalingga Muhammad Najib di Purbalingga, Kamis, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan berupa sosialisasi terkait dengan ancaman El Nino pada musim kemarau 2023 yang dapat mengakibatkan kekeringan ekstrem.
"Oleh karena itu, kami menyosialisasikan kepada petani untuk menanam tanaman yang tidak memerlukan banyak air," katanya.
Kendati demikian, dia mengaku bersyukur karena ketersediaan bahan pangan di Purbalingga masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, hal itu diketahui berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga yang menyebutkan bahwa surplus beras di wilayah tersebut mencapai 16 ribu ton pada tahun 2022.
Ia mengatakan pihaknya juga menyosialisasikan kepada masyarakat untuk memanfaatkan bahan pangan alternatif guna mengurangi ketergantungan pada beras, salah satunya ketela pohon.
"Kecamatan Kejobong dan Pengadegan merupakan wilayah penghasil ketela pohon. Hasilnya luar biasa di sana," jelasnya.
Menurut dia, Pemkab Purbalingga juga telah melaksanakan program-program untuk mendukung ketahanan pangan pada masyarakat miskin seperti bantuan beras dan ikan lele yang dikenal dengan program "Rasle".
Selain itu, kata dia, Pemkab Purbalingga menggelar kegiatan Roadshow UMKM di setiap kecamatan yang salah satu tujuannya untuk bisa mempromosikan produk pangan lokal pengganti beras.
"Di sini juga ada Gerakan Pangan Murah, bazar, bantuan pangan dari cadangan beras pemerintah, juga bantuan telur dan daging ayam ras," katanya.
Najib mengaku optimistis ketersediaan pangan di Purbalingga mencukupi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau karena saat sekarang pun sedang berlangsung masa panen padi meskipun tidak seluas masa panen sebelumnya.
Baca juga: Bupati Purbalingga ajak warga beli produk lokal guna pulihkan ekonomi
Kepala DKPP Kabupaten Purbalingga Muhammad Najib di Purbalingga, Kamis, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan berupa sosialisasi terkait dengan ancaman El Nino pada musim kemarau 2023 yang dapat mengakibatkan kekeringan ekstrem.
"Oleh karena itu, kami menyosialisasikan kepada petani untuk menanam tanaman yang tidak memerlukan banyak air," katanya.
Kendati demikian, dia mengaku bersyukur karena ketersediaan bahan pangan di Purbalingga masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, hal itu diketahui berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga yang menyebutkan bahwa surplus beras di wilayah tersebut mencapai 16 ribu ton pada tahun 2022.
Ia mengatakan pihaknya juga menyosialisasikan kepada masyarakat untuk memanfaatkan bahan pangan alternatif guna mengurangi ketergantungan pada beras, salah satunya ketela pohon.
"Kecamatan Kejobong dan Pengadegan merupakan wilayah penghasil ketela pohon. Hasilnya luar biasa di sana," jelasnya.
Menurut dia, Pemkab Purbalingga juga telah melaksanakan program-program untuk mendukung ketahanan pangan pada masyarakat miskin seperti bantuan beras dan ikan lele yang dikenal dengan program "Rasle".
Selain itu, kata dia, Pemkab Purbalingga menggelar kegiatan Roadshow UMKM di setiap kecamatan yang salah satu tujuannya untuk bisa mempromosikan produk pangan lokal pengganti beras.
"Di sini juga ada Gerakan Pangan Murah, bazar, bantuan pangan dari cadangan beras pemerintah, juga bantuan telur dan daging ayam ras," katanya.
Najib mengaku optimistis ketersediaan pangan di Purbalingga mencukupi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau karena saat sekarang pun sedang berlangsung masa panen padi meskipun tidak seluas masa panen sebelumnya.
Baca juga: Bupati Purbalingga ajak warga beli produk lokal guna pulihkan ekonomi
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Blora dukung program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi lewat panen raya jagung
19 May 2026 21:17 WIB
Muhammadiyah ingatkan resiliensi bencana penting bagi pangan-ekonomi Jateng selatan
15 May 2026 14:14 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Desa BRILiaN Ketapanrame, memberdayakan potensi lokal ciptakan ekonomi desa yang maju
03 June 2026 10:44 WIB
BPJS Ketenagakerjaan gandeng Jasa Raharja integrasikan layanan kecelakaan kerja
02 June 2026 13:49 WIB