Layanan KB di empat kecamatan Kota Pekalongan
Rabu, 24 Mei 2023 4:49 WIB
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Pekalongan, Jateng, Inggit Soraya menyerahkan paket sembako pada akseptor, Selasa (23/5/2023). (FOTO ANTARA/Kutnadi)
Pekalongan, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus menggiatkan layanan keluarga berencana (KB) secara gratis pada warga di empat kecamatan untuk mewujudkan keluarga sejahtera.
Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Pekalongan Yos Risidi di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa kegiatan pelayanan keluarga berencana gratis akan dilakukan hingga Juni 2023.
"Tempat pelayanan setiap kecamatan kami ambil 1 fasilitas pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas Medono, Tondano, Krapyak, dan Buaran. Selain itu, pelayanan bidan praktik mandiri seperti Bhakti Ibu, PMB Muryani, Rohilah, dan Cheriyah," katanya.
Menurut dia, layanan KB gratis untuk meningkatkan capaian kesetaraan keluarga berencana dengan metode kontrasepsi metode kontrasepsi jangka panjang dan metode kontrasepsi perlu pembinaan (MKPP), sekaligus menurunkan angka stunting.
Adapun jenis alat kontrasepsi keluarga berencana yang diberikan pada masyarakat, kata dia, yaitu IUD, IMP, MOW, MOP, suntik, dan pil.
Ia yang didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Indria Susanti mengatakan bahwa pihaknya menargetkan sasaran untuk peserta KB IUD 213 orang, IMP 249 orang, MOW 18 orang, MOP 2 orang, suntik 3.744 orang, dan pil 165.
"Kami mengimbau pada warga yang akan mengikuti layanan KB ini agar mendaftarkan diri. Kami berharap program KB ini dapat berjalan sukses," kata Yos Rosidi.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Pekalongan Inggit Soraya mengatakan kesadaran masyarakat untuk mengikuti kegiatan layanan KB gratis cukup baik dengan dibuktikan antusias warga mengikuti program ini.
"Kami berharap program KB ini bisa sukses dalam upaya pencegahan stunting sekaligus mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera," katanya.
Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Pekalongan Yos Risidi di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa kegiatan pelayanan keluarga berencana gratis akan dilakukan hingga Juni 2023.
"Tempat pelayanan setiap kecamatan kami ambil 1 fasilitas pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas Medono, Tondano, Krapyak, dan Buaran. Selain itu, pelayanan bidan praktik mandiri seperti Bhakti Ibu, PMB Muryani, Rohilah, dan Cheriyah," katanya.
Menurut dia, layanan KB gratis untuk meningkatkan capaian kesetaraan keluarga berencana dengan metode kontrasepsi metode kontrasepsi jangka panjang dan metode kontrasepsi perlu pembinaan (MKPP), sekaligus menurunkan angka stunting.
Adapun jenis alat kontrasepsi keluarga berencana yang diberikan pada masyarakat, kata dia, yaitu IUD, IMP, MOW, MOP, suntik, dan pil.
Ia yang didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Indria Susanti mengatakan bahwa pihaknya menargetkan sasaran untuk peserta KB IUD 213 orang, IMP 249 orang, MOW 18 orang, MOP 2 orang, suntik 3.744 orang, dan pil 165.
"Kami mengimbau pada warga yang akan mengikuti layanan KB ini agar mendaftarkan diri. Kami berharap program KB ini dapat berjalan sukses," kata Yos Rosidi.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Pekalongan Inggit Soraya mengatakan kesadaran masyarakat untuk mengikuti kegiatan layanan KB gratis cukup baik dengan dibuktikan antusias warga mengikuti program ini.
"Kami berharap program KB ini bisa sukses dalam upaya pencegahan stunting sekaligus mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Pekalongan salurkan bantuan alat pertanian dukung swasembada pangan
11 December 2025 8:37 WIB
Pemkot Pekalongan selenggarakan lomba "Nyolet" batik tingkat pelajar
18 September 2024 6:59 WIB, 2024
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB