Kudus kembali dilanda banjir
Kamis, 16 Februari 2023 9:18 WIB
Tim BPBD Kudus melakukan pemantauan di lokasi banjir pada Rabu (16/2/2023) malam. (ANTARA/HO-BPBD Kds.)
Kudus (ANTARA) - Curah hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengakibatkan bencana banjir di sejumlah daerah sehingga mengakibatkan puluhan rumah warga tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi.
"Selain karena adanya limpasan air dari sejumlah sungai, banjir yang terjadi pada Rabu (15/2) malam juga ada yang disebabkan karena adanya tanggul sungai yang jebol," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Munaji di Kudus, Kamis.
Tanggul sungai yang jebol, kata dia, terjadi di Kecamatan Mejobo yang merupakan tanggul Sungai Piji di Desa Golantepus dan Desa Kesambi.
Di Desa Golantepus tanggul yang jebol sepanjang 25 meteran dengan ketinggian 1,5 meter, sedangkan di Desa Kesambi ada dua titik, yakni di RT 02 RW 05 sepanjang 20 meter dengan ketinggian 1,5 meter dan RT 01 RW 07 dengan panjang 10 meter dan tinggi 1,5 meter.
Sementara talud di Sungai Piji di Desa Hadiwarno juga jebol sepanjang 10 meter. Sedangkan air sungai yang melimpas, yakni di Desa Golantepus dan Desa Kesambi.
Ketinggian air yang merendam pemukiman warga, kata dia, berkisar 2,5 sentimeter (cm). Banjir juga mengakibatkan tembok rumah warga di Desa Golantepus roboh.
Sementara di Kecamatan Bae juga mengakibatkan banjir akibat melimpasnya air Sungai Dawe. Di antaranya menggenangi pemukiman warga di Desa Ngembalrejo serta menggenangi Jalan Raya Kudus-Pati di Desa Ngembalrejo dengan ketinggian genangan 30 cm sehingga menimbulkan kemacetan. Sungai Tumpang juga mengakibatkan banjir di Desa Dersalam.
Banjir di Kecamatan Jati terjadi di Desa Ngembal Kulon dan Desa Tumpang Krasak akibat melimpasnya air Sungai Tumpang. Sedangkan di Kecamatan Kaliwungu terjadi di Desa Mijen, Desa Kaliwungu, Desa Prambatan Lor dan Desa Karangampel dengan ketinggian
genangan bervariasi.
Hingga kini, kata dia, tim BPBD Kudus masih melakukan monitoring ke beberapa wilayah yang terdampak serta kerja bakti pembersihan rumah warga serta jalan yang terdampak maupun pembersihan Sungai Tumpang dari sampah. Termasuk melakukan kerja bakti penambalan tanggul yang jebol.
Pada awal Januari 2023 juga terjadi banjir hingga mengakibatkan warga dari berbagai desa mengungsi.
"Selain karena adanya limpasan air dari sejumlah sungai, banjir yang terjadi pada Rabu (15/2) malam juga ada yang disebabkan karena adanya tanggul sungai yang jebol," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Munaji di Kudus, Kamis.
Tanggul sungai yang jebol, kata dia, terjadi di Kecamatan Mejobo yang merupakan tanggul Sungai Piji di Desa Golantepus dan Desa Kesambi.
Di Desa Golantepus tanggul yang jebol sepanjang 25 meteran dengan ketinggian 1,5 meter, sedangkan di Desa Kesambi ada dua titik, yakni di RT 02 RW 05 sepanjang 20 meter dengan ketinggian 1,5 meter dan RT 01 RW 07 dengan panjang 10 meter dan tinggi 1,5 meter.
Sementara talud di Sungai Piji di Desa Hadiwarno juga jebol sepanjang 10 meter. Sedangkan air sungai yang melimpas, yakni di Desa Golantepus dan Desa Kesambi.
Ketinggian air yang merendam pemukiman warga, kata dia, berkisar 2,5 sentimeter (cm). Banjir juga mengakibatkan tembok rumah warga di Desa Golantepus roboh.
Sementara di Kecamatan Bae juga mengakibatkan banjir akibat melimpasnya air Sungai Dawe. Di antaranya menggenangi pemukiman warga di Desa Ngembalrejo serta menggenangi Jalan Raya Kudus-Pati di Desa Ngembalrejo dengan ketinggian genangan 30 cm sehingga menimbulkan kemacetan. Sungai Tumpang juga mengakibatkan banjir di Desa Dersalam.
Banjir di Kecamatan Jati terjadi di Desa Ngembal Kulon dan Desa Tumpang Krasak akibat melimpasnya air Sungai Tumpang. Sedangkan di Kecamatan Kaliwungu terjadi di Desa Mijen, Desa Kaliwungu, Desa Prambatan Lor dan Desa Karangampel dengan ketinggian
genangan bervariasi.
Hingga kini, kata dia, tim BPBD Kudus masih melakukan monitoring ke beberapa wilayah yang terdampak serta kerja bakti pembersihan rumah warga serta jalan yang terdampak maupun pembersihan Sungai Tumpang dari sampah. Termasuk melakukan kerja bakti penambalan tanggul yang jebol.
Pada awal Januari 2023 juga terjadi banjir hingga mengakibatkan warga dari berbagai desa mengungsi.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ahmad Sahroni kembali menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR usai dinonaktifkan
19 February 2026 10:10 WIB
Kemlu kembali pulangkan 91 WNI dari Myanmar yang terjebak sindikat penipuan daring
30 January 2026 13:13 WIB
Jalur rel Pekalongan–Sragi kembali dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas
19 January 2026 18:29 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Tim relawan Sekolah Vokasi Undip terlibat pada penanganan bencana di Sumatera
19 February 2026 15:58 WIB
Gubernur Jateng instruksikan pembangunan jembatan aramco di jalan Grobogan-Semarang dipercepat
17 February 2026 20:07 WIB
Gubernur Jateng minta penanganan longsor Ungaran Timur tuntas dalam sepekan
17 February 2026 15:54 WIB
Tim gabungan dan warga gotong royong atasi tanggul Sungai Tuntang Demak yang jebol
17 February 2026 15:51 WIB