Inilah daerah dengan IPM tertinggi dan terendah di Jateng
Kamis, 1 Desember 2022 20:16 WIB
Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana (ANTARA/ I.C.Senjaya)
Semarang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat empat daerah di provinsi tersebut mencapai indeks pembangunan manusia (IPM) dengan kategori sangat tinggi.
"Empat daerah memiliki IPM di atas 80, yakni Kota Salatiga, Semarang, Surakarta dan Magelang," kata Kepala BPS Jawa Tengah Adhi Wiriana dalam siaran pers di Semarang, Kamis.
Ia menuturkan IPM Jawa Tengah di 2022 ini tercatat mencapai 72,79, meningkat 0,63 poin di banding tahun sebelumnya.
Ia menambahkan 23 daerah di Jawa Tengah mencapai IPM dengan kategori tinggi.
Adapun delapan daerah lainnya, kata dia, mencapai IPM dengan kategori sedang.
"Tidak ada daerah di Jateng dengan status IPM rendah," katanya.
Ia menjelaskan Kota Salatiga memiliki capaian IPM tertinggi yang mencapai 84,35, sementara Kabupaten Brebes meraih capaian IPM terendah dengan 67,03.
Peningkatan IPM Jawa Tengah di 2022, lanjut dia, diikuti dengan peningkatan di seluruh komponen penyusunnya.
Pada 2021, menurut dia, pandemi COVID-19 telah mengakibatkan perlambatan pertumbuhan IPM yang dipicu oleh penurunan pengeluaran per kapita.
"Pada 2022 ini pengeluaran per kapita naik 3,11 persen di banding tahun lalu," katanya.
"Empat daerah memiliki IPM di atas 80, yakni Kota Salatiga, Semarang, Surakarta dan Magelang," kata Kepala BPS Jawa Tengah Adhi Wiriana dalam siaran pers di Semarang, Kamis.
Ia menuturkan IPM Jawa Tengah di 2022 ini tercatat mencapai 72,79, meningkat 0,63 poin di banding tahun sebelumnya.
Ia menambahkan 23 daerah di Jawa Tengah mencapai IPM dengan kategori tinggi.
Adapun delapan daerah lainnya, kata dia, mencapai IPM dengan kategori sedang.
"Tidak ada daerah di Jateng dengan status IPM rendah," katanya.
Ia menjelaskan Kota Salatiga memiliki capaian IPM tertinggi yang mencapai 84,35, sementara Kabupaten Brebes meraih capaian IPM terendah dengan 67,03.
Peningkatan IPM Jawa Tengah di 2022, lanjut dia, diikuti dengan peningkatan di seluruh komponen penyusunnya.
Pada 2021, menurut dia, pandemi COVID-19 telah mengakibatkan perlambatan pertumbuhan IPM yang dipicu oleh penurunan pengeluaran per kapita.
"Pada 2022 ini pengeluaran per kapita naik 3,11 persen di banding tahun lalu," katanya.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPS: KEK dan kawasan industri memiliki berkontribusi tumbuhkan ekonomi Jateng
12 February 2026 19:49 WIB
Luasan panen padi Jateng diperkirakan naik 115,98 ribu ha dibanding tahun sebelumnya
04 November 2025 8:33 WIB
BPS minta masyarakat jawab jujur dan akurat saat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
30 October 2025 16:58 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Dies natalis perdana, Fakultas Kedokteran UIN Walisongo tekankan integrasi keilmuan dan religiusitas
13 April 2026 8:57 WIB
STIKES Husada Borneo serahkan tata kelola dan pengembangan kepada Muhammadiyah
12 April 2026 17:59 WIB
Dosen FHIP UMS kupas politik hukum lingkungan saat kuliah umum di UM.KOE Kupang
11 April 2026 17:02 WIB